Jusuf Kalla Nilai UMKM Bisa Kurangi Kemiskinan

Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla menyatakan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan di negara ini.

Dengan berkurangnya angka kemiskinan, maka ketimpangan yang ada di tengah masyarakat Indonesia pun diharapkan bisa semakin teratasi.

“Kalau (pertumbuhan ekonomi) tumbuh hanya karena kelapa sawit, atau batu bara, maka (tingkat pengentasan ketimpangan sosial) tidak akan bergerak. Tapi kalau UMKM yang bertumbuh, itu akan mengurangi kemiskinan,” kata Jusuf Kalla seusai menghadiri acara penutupan Kongres Ekonomi Umat 2017 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (24/4/2017).

Beliau pun mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,02 persen di 2016 memang tidak sepenuhnya berperan dalam mengurangi tingkat ketimpangan sosial.

“Oleh karena itu dibutuhkan pemerataan. Jadi pertumbuhan ekonominya tetap boleh lebih dari 5 persen, tapi jangan hanya industri tertentu saja yang naik,” kata Jusuf Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menambahkan upaya memberantas kemiskinan tidak hanya berlangsung di Indonesia, melainkan di sejumlah negara lain.

“Di Arab, itu yang menyebabkan terjadinya Arab Spring. Apalagi jika diimbangi pemerintah yang tidak adil. Akan menimbulkan masalah dan kehancuran,” jelas beliau.

Beliau juga menambahkan, “Diharapkan seluruh bangsa ini dapat berbuat yang baik. Sehingga nanti dapat dilihat bagaimana perekonomian tumbuh dan dinikmati bersama-sama”.

Selain itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Azrul Tanjung juga mengungkapkan UMKM di Indonesia sendiri masih kerap menghadapi berbagai persoalan.

“Harusnya UMKM dapat menyumbangkan kontribusinya terhadap pertumbuhan nasional paling besar. Tapi kondisi UMKM kerap dipinggirkan,” kata Azrul Tanjung.

Demikian juga, dari segi kemitraan usaha yang terjalin antara UMKM dengan perusahaan besar juga dinilai tidak saling menguntungkan.

“Kemitraan selama ini malah menjadi ketergantungan antara UMKM dengan perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya konsep-konsep baru untuk bersinergi,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga sempat mengungkapkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan. Tapi, desain dari pertumbuhan ekonomi itulah yang akan menentukan kualitas dari manfaat pertumbuhan tersebut terhadap seluruh rakyat,” kata Sri di Peluncuran Laporan Ketimpangan “Menuju Indonesia yang Lebih Setara” oleh Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) pada 23 Februari 2017 lalu.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , ,