Visi Jokowi Menjadikan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memiliki keinginan yang besar untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pandangan tersebut ditegaskan oleh Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 East Asia Summit (EAS) di Nay Pyi Taw, Myanmar beberapa tahun yang lalu.

Jokowi mempunyai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang diterjemahkan oleh Kementerian melalui beragam program kemaritiman.

Untuk memberikan acuan penyusunan program dan kebijakan di bidang kemaritiman tersebut, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

Dokumen Nasional ini menjadi langkah untuk seluruh pemangku kepentingan dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Untuk menerapkan Perpres Nomer 16/2017 tersebut, Kementerian Koordinator Kemaritiman menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman.

Secara langsung acara tersebut dibuka oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan sekaligus memberikan arahan tentang kebijakan kemaritiman pada tahun 2018 mendatang.

Menko Maritim Luhut Pandjaitan dijadwalkan akan memberikan laporan mengenai capaian program-program prioritas di bidang kemaritiman yang telah berjalan. Capaian-capaian tersebut antara lain pengurangan dwelling time dan biaya logistik di pelabuhan, nilai tambah pemanfaatan sumberdaya alam, serta pencapaian program pariwisata melalui penetapan Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN).

Menteri Koordinator Luhut Binsar Panjaitan juga akan menyampaikan capaian program bidang kemaritiman yang memiliki misi pemerataan. Program-program tersebut antara lain mencakup tol laut, pembangunan infrastruktur di luar Jawa termasuk elektrifikasi serta pembangunan pulau-pulau terdepan.

Tujuan diadakannya Rakornas juga adalah untuk menyamakan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan program kerja dan kebijakan di bidang kemaritiman.

“Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah perlu dilakukan agar arah kebijakan dan program kemaritiman menjadi jelas dan terukur sehingga ada percepatan realisasi misi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia,” ujar Plt Sesmenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamalludin di Jakarta, Kamis (4/5).

Rakornas sendiri akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, anggota DPR/DPD, Gubernur, Walikota dan Bupati seluruh Indonesia.

“Kita juga undang tokoh masyarakat, akademisi, praktisi dan LSM agar memahami arah kebijakan pembangunan kemaritiman tahun 2018 serta dapat memberikan masukan terkait Perpres ini,” ungkap Ridwan Djamalludin.

Dia juga berharap agar Rakornas Kemaritiman dapat menjadi katalisator koordinasi yang baik antar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan pemerintah daerah dalam pembangunan kemaritiman nasional.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,