Hingga akhir triwulan III-2017 atau akhir September 2017, jumlah utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 343,1 miliar. Angka ini tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dirupiahkan, total utang luar negeri Indonesia ini mencapai sekitar Rp 4.631 triliun. Utang ini terdiri dari utang publik dan swasta. Demikian data Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Senin (20/11/2017).

Utang luar negeri swasta dalam data tersebut tercatat naik 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, setelah pada triwulan sebelumnya utang swasta turun 1,7%.

Sementara utang luar negeri publik (pemerintah dan bank sentral) tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan utang luar negeri publik ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 7,3%. Perkembangan utang luar negeri ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur.

Jika berdasarkan jangka waktunya, komposisi utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan III-2017 tetap didominasi oleh utang luar negeri jangka panjang. Utang luar negeri berjangka panjang memiliki pangsa 86,2% dari total utang luar negeri Indonesia dan pada akhir triwulan III-2017 utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,5%.

Kemudian, utang luar negeri berjangka pendek tercatat tumbuh 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lebih tinggi dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 10,5%.

Menurut sektor ekonomi, posisi utang luar negeri swasta pada akhir triwulan III-2017 terkonsentrasi pada sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih (LGA) serta pertambangan. Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 77%, relatif sama dengan pangsa triwulan sebelumnya 76,6% maupun pada periode yang sama di 2016 yang sebesar 76,9%.

BI memandang perkembangan utang luar negeri pada triwulan III-2017 tetap terkendali. Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan III-2017 tercatat di kisaran 34% dan bahkan menurun jika dibandingkan dengan triwulan III-2016 yang sebesar 36%.

Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total utang luar negeri juga relatif stabil di kisaran 13%. Kedua rasio utang luar negeri tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. BI terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makro ekonomi.

Sumber: detikFinance

 


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , ,