Tax Amnesty Tidak Berpengaruh Besar Terhadap Setoran Pajak 2017

Program tax amnesty atau pengampunan pajak yang berakhir pada 31 Maret tahun ini tidak berbekas lama. Ternyata euforia sebagai negara dengan tax amnesty terbaik di dunia tidak mampu menggenjot setoran pajak seperti yang dibayangkan.

Sebagai bukti, target pajak yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 sebesar Rp 1.307,6 triliun atau tumbuh 16% dari realisasi tahun sebelumnya, kemungkinan tidak akan tercapai.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengakui bahwa setoran pajak diproyeksi hanya tumbuh 13% tahun ini. APBN pun dalam waktu dekat akan direvisi.

“Saya juga bingung. Mestinya naik karena tax amnesty yang cukup sukses. Kondisi ekonomi 2017 kan tidak banyak berbeda dengan 2016, mestinya tidak turun,” ungkap Ekonom Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono, Jumat (2/6/2017).

Program Tax amnesty sejatinya bertujuan menambah basis pajak. Artinya ketidakpatuhan masyarakat akan pajak sebelumnya diampuni dan kemudian menjadi Wajib Pajak yang patuh untuk ke depannya. Sehingga mampu menambah setoran pajak.

“Mestinya (basis pajak baru) sudah dimasukkan,” ujar Tony.

Meski demikian, dia menyadari bahwa target pada 2017 masih terlalu tinggi untuk dicapai. Secara alamiah, target penerimaan pajak dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi ditambah dengan inflasi. Di mana tahun ini seharusnya ada di kisaran 8-9%.

“Pemerintah memiliki kebijakan dan program khusus agar penerimaan pajak menjadi lebih tinggi. Kebijakan khusus atau yang dikenal dengan sebutan extra effort itu pun kecenderungan hanya mampu menambah 3-4%,” katanya.

Dengan rencana perubahan APBN yang akan dilakukan pemerintah, Tony menilai itu sebagai langkah yang tepat. Sehingga tidak ada kekhawatiran berlebihan akan pelebaran defisit di akhir tahun. “Bisa jadi, sehingga dikoreksi yang lebih realistis,” ujar Tony.


Category: Berita pajak

Tags: , , ,