Cara Membuat E Faktur

Cara Membuat e FakturSaat penyerahan barang atau jasa kenak pajak oleh pengusaha kena pajak atau PKP, maka PKP wajib untuk membuat faktur pajak sebagai bukti dari pemungutan pajak (PPN/ PPnBM). Untuk memberikan kepastian hukum mengenai saat PPN terutang, maka akan sangat penting penentuan kapan Faktur pajak harus dibuat oleh PKP yang menjual BKP atau JKP. Dalam hal tertentu memang dimungkinkan Cara Membuat e Faktur tidak sama dengan saat tersebut. Lantas bagaimanakah tata cara membuat e faktur? Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pembuatan e faktur:

  • Saat penyerahan BKP yakni:
  • Penyerahan BKP berwujud yang menurut sifat atau hukumnya berupa barang bergerak, terjadi pada saat:
    • BKP berwujud tersebut diserahkan secara langsung kepada pembeli atau pihak ketiga untuk dan atas nama pembeli;
    • BKP berwujud tersebut diserahkan secara langsung kepada penerima barang untuk pemberian cuma- cuma, pemakaian sendiri, dan penyerahan dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan atau penyerahan antar cabang
    • BKP berwujud tersebut diserahkan kepada juru kirim atau pengusaha jasa angkutan; atau
    • Harga atas penyerahan BKP diakui sebagai piutang atau penghasilan, atau pada saat diterbitkan faktur penjualan oleh PKP, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten.
  • BKP berupa persediaan dan atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjual belikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan terjadi
  • pengalihan BKP dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, dan pengambil alihan usaha yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 1A ayat 2 huruf d UU PPN atau perubahan bentuk usaha
  • penyerahan BKP berwujud yang menurut sifat atau hukumnya berupa barang tidak bergerak, terjadi pada saat penyerahan hak untuk menggunakan atau menguasai BKP berwujud tersebut, secara hukum atau secara nyata, kepada pihak pembeli.
  • penyerahan BKP tidak berwujud, terjadi pada saat: harga atas penyerahan BKP tidak berwujud diakui sebagai piutang atau penghasilan, atau pada saat diterbitkan faktur penjualan oleh Pengusaha Kena Pajak, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten; atau kontrak atau perjanjian ditanda tangani, atau saat mulai tersedianya fasilitas atau kemudahan untuk dipakai secara nyata, sebagian atau seluruhnya.
  • Pada saat penyerahan JKP
  • Saat ekspor BKP Berwujud terjadi pada saat BKP dikeluarkan dari Daerah Pabean.
  • Saat ekspor BKP tidak berwujud terjadi pada saat Penggantian atas BKP Tidak Berwujud yang diekspor tersebut dicatat atau diakui sebagai piutang atau penghasilan.
  • Saat ekspor JKP terjadi pada saat Penggantian atas jasa yang diekspor tersebut dicatat atau diakui sebagai piutang atau penghasilan.

bagi anda yang ingin mendalami bagaimana aplikasi e faktur pajak online silahkan untuk mengikuti agenda training yang akan kami agendakan pada tanggal  dengan topik e faktur pajak

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Konsultan Pajak Indonesia | Informasi Training Indonesia
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id


Category: Artikel Pajak , Pajak

Tags: , , , , ,