Target Pajak Rp1.283,6 Triliun, Pemerintah Lakukan Identifikasi Wajib Pajak

Pemerintah terus melakukan identifikasi wajib pajak (WP) untuk mengejar target penerimaan pajak yang dipatok sebesar Rp1.283,6 triliun di tahun 2017 ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa proses identifikasi ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penerimaan pajak dari hal normal misalnya dari bendahara negara.

“Kita juga identifikasi berdasarkan WP yang sudah secara reguler membayar pajak nya dan track record nya diketahui. Kita juga tahu dari PPh (Pajak Penghasilan) Orang Pribadi,” ungkap Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Hingga Oktober kemarin realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp 858 triliun atau 66,8% dari target Anggaran Pendapaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun. Secara persentase kinerja penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lebih baik dibandingkan pada tahun lalu. Akan tetapi, dari sisi nominal di tahun ini angkanya relatif lebih kecil.

Identifikasi itu sendiri mencakup beberapa aspek, salah satunya data hasil pengampunan pajak (tax amnesty). Menurutnya, tax amnesty telah berhasil menambah data baru, dari data tersebut pemerintah bisa mengukur berapa potensi pajak yang bisa masuk ke kantong negara.

“Jadi ada yang disebut data basis, yang kita anggap adalah data baseline atau rutin. Nah di atas itu kita semua tahu bahwa indo tax ratio nya termasuk yang rendah, baselinenya rendah,” ungkapnya.

Isu kepatuhan merupakan salah satu fokus yang tengah dikerjakan DJP. Hal itu dikarenakan, hingga akhir Oktober lalu, kepatuhan WP dari sisi pelaporan SPT cenderung stagnan apabila dibandingkan dua bulan lalu.

Sampai Oktober lalu misalnya, dari 16,6 juta WP yang wajib SPT, hanya 11,7 juta atau masih 70,73% yang telah menyampaikan kewajibannya. Meski demikian, DJP mengklaim realisasi kepartuhan itu mencapai 94,31% dari target pelaporan yang hanya 75% dari 16,6 juta WP, namun posisi Oktober nyaris tidak bergerak dari Agustus lalu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu yakin apabila akhir tahun nanti akan terjadi lonjakan penerimaan. Sebab, prediksi pemerintah pada Desember tahun lalu, realisasi penerimaan pada bulan Desember tersebut mencapai 14% dari total penerimaan setahun.

Beberapa pengamat juga memperkirakan bahwa dengan kinerja penerimaan hingga bulan Oktober kemarin, ada dua skenario realisasi penerimaan pajak di tahun 2017 ini. Pertama realisasi penerimaan pajak bisa mencapai Rp 1.177,93 triliun atau 91,77% dan yang kedua Rp 1.186,55 triliun atau 92,44% dari target.

Sumber : bisnis.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,