Sri Mulyani Senang Wajib Pajak Umbar Harta Kekayaan ke Publik

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku senang jika banyak masyarakat yang mendeklarasikan seluruh harta kekayaannya kepada publik. Dengan begitu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dapat memastikan pajak yang dibayarkan wajib pajak telah sesuai dengan harta tersebut.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sebenarnya data terkait harta kekayaan para wajib pajak itu bersifat rahasia sehingga apa yang dilakukan oleh Ditjen Pajak untuk melihat sejauh mana kepatuhan pajak dari seorang wajib pajak tidak perlu diungkapkan kepada publik.

“Data dari wajib pajak itu sifatnya rahasia, jadi kalau ada data mengenai spesifik satu orang, kami tidak akan men-disclose. Men-disclose dalam artian apa yang akan dilakukan Pak Ken dan jajarannya apakah kita periksa, apakah seperti itu. Tetapi kami melakukan tugasnya,” terang Sri Mulyani di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Namun jika ada seorang wajib yang membuka sendiri harta kekayaannya kepada publik, menurutnya, justru akan mempermudah pihak Ditjen Pajak dalam memeriksa harta kekayaan dan kepatuhan pajaknya.

“Jadi informasi dari masyarakat sangat powerfull dan bermanfaat. Jadi saya senang sebenarnya, makin banyak orang menceritakan bahwa dia kaya, beli mobil, beli segala macam, itu bagus. Karena dia sebetulnya melakukan voluntary disclosure, kami tinggal melakukan saja,” jelasnya.

Namun demikian, Sri Mulyani berharap agar para wajib pajak dapat melaporkan hartanya secara sukarela dan mematuhi kewajiban pajaknya.

“Jadi kalau saya punya uang Rp 1 miliar atau Rp 100 miliar Anda harusnya melakukan assessment sendiri dan melakukan kewajiban perpajakannya seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang (UU),” tegasnya.

Oleh karena itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan bahwa sekarang adalah saat yang tepat bagi wajib pajak untuk memperbaiki kepatuhan pajaknya dengan secara sukarela mengungkap harta di Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).

“Apalagi sudah sampai berani menyampaikan bahwa dia punya uang banyak atau harta banyak, mungkin sebaiknya sebelum melakukan itu lihat SPT-nya dulu. Jangan sampai nanti pada bingung masyarakat dan nanti juga enggak bagus untuk masyarakat,” tandasnya.

Sumber: liputan6.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,