Sri Mulyani Kerja Keras Kejar Rasio Pajak 12 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis dapat menaikkan rasio pajak atau tax ratio menjadi 11-12 persen atau meningkat dari asumsi 2016 sebesar 10,36 persen.

Upaya tersebut merupakan langkah pemerintah untuk konsisten mendorong optimalisasi penerimaan perpajakan melalui berbagai terobosan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa secara umum kebijakan penerimaan perpajakan diarahkan untuk meningkatkan rasio perpajakan dan kepatuhan. Namun, dengan kebijakan tersebut juga akan tetap menjaga iklim investasi.

“Pada tahun 2018, diharapkan tax ratio dapat mencapai 11-12 persen, meningkat dibandingkan 2016 sebesar 10,36 persen,” ujar Menkeu Sri Mulyani di gedung DPR, Jumat 19 Mei 2017.

Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa upaya pencapaian akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Namun, melalui kerja keras, reformasi perpajakan yang konsisten, penguatan kelembagaan perpajakan, penggalian potensi dan penegakan hukum yang objektif, target tersebut diharapkan dapat dicapai.

Tax ratio dalam arti sempit dari 10,3 persen menjadi 11-12 persen itu tantangan luar biasa, naik setinggi itu. Tapi kita coba lakukan, dari sisi peraturan perundang-undangan kita berharap KUP (Ketentuan Umum Perpajakan) segera bisa diselesaikan, sehingga bisa mulai masuk income tax,” tambahnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu berharap dengan semakin banyaknya kerja sama internasional, akan semakin banyak informasi yang diperoleh.

“Sehingga kita bisa mengurangi tax avoidance atau penghindaran pajak. Dari tax amnesty kita bisa memperoleh informasi. Kita lakukan terus dan reformasi di dalam,” tutur dia.


Category: Berita pajak

Tags: , ,