Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan pertemuan reguler untuk membahas perekonomian terkini, dengan hasil stabilitas sistem keuangan kuartal III-2017 dalam kondisi normal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers KSSK di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta.

“KSSK yang telah melakukan temuan reguler tadi malam di gedung BI, dalam rangka koordinasi pemeliharaan stabilitas tim keuangan. Hasil pemantauan, KSSK menyimpulkan sistem keuangan triwulan III adalah dalam kondisi normal,” kata Sri Mulyani.

KSSK meliputi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sri Mulyani menjelaskan untuk stabilitas sistem keuangan nasional masih dalam kondisi normal karena terjaganya fundamental ekonomi yang baik. Hal ini juga ditunjukan adanya revisi atas proyeksi oleh IMF, serta perbaikan kinerja, stabilnya nilai tukar dan pasar SBN serta pasar utang korporasi.

Dengan kondisi sistem keuangan yang normal saat ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengatakan bahwa Oktober 2017 LPS telah menurunkan tingkat bunganya sebesar 25 basis poin, yang berlaku hingga 15 Januari 2018, selain itu Bank Indonesia juga telah menurunkan BI 7 Days Repo Reverse Rate sepanjang kuartal III-2017 sebesar 50 basis poin.

Walaupun demikian, Sri Mulyani memastikan bahwa KSSK masih mencermati kebijakan moneter negara-negara maju seperti normalisasi neraca yang dilakukan oleh Bank Sentral AS alias The Fed, keputusan Bank Sentral Eropa yang memangkas dana quantitatif easing, hingga mencermati geopolitik yang terjadi di semenanjung laut Korea yang diduga akan mempengaruhi nilai tukar dan aliran dana asing.

Bukan hanya dari ekternal, dari domestik juga akan dicermati berkembangnya persepsi sentimen penurunan daya beli, potensi kenaikan inflasi dari sektor volatile food hingga menghangatnya situasi politik.

“KSSK akan senantiasa berkoordinasi di dalam memantau dan mengantisipasi potensi tekanan stabilitas sistem keuangan di Indonesia,” ungkap dia.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa KSSK juga sudah melakukan evaluasi atas kegiatan simulasi pencegahan serta penanganan krisis keuangan secara rutin yang dilakukan sejak 2012.

“Tema simulasi ini di fokuskan untuk menguji keterapan UU 9/2016 mengenai pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan, juga memuji peraturan pelaksanaannya terkait dengan resolusi bank apabila menghadapi kondisi krisis atau kesulitan, hasil evaluasi simulai menunjukan adanya peningkatan koordinasi yang makin efektif antara keempat institusi KSSK, antara BI, OJK, LPS dan Kemenkeu, koordinasi juga di dalam pengambilan keputusan dalam rangka bank bermasalah,” jelas dia.

Selanjutnya kata Sri Mulyani, simulasi mengenai pencegahan dan penanganan simulasi krisis keuangan juga menghasilkan beberapa rekomendasi yang perlu ditindak lanjuti untuk meningkatkan efektivitas penanganan bank bermasalah dan menuju situasi krisis.

“KSSK juga menerima laporan kesiapan operasi dari sekretariat KSSK yang diamanatkan UU dan mulai operasi di 2018. Untuk pertemuan berkala selanjutnya akan dilakukan Januari 2018,” tukas dia.

Sumber: detikFinance

 


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , , , ,