Rumah Murah Untuk MBR 'Bisa' Dibangun di Jakarta

Indonesia Property Watch menilai bahwa rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan DP satu persen dan cicilan terjangkau tentunya bisa dibangun di Jakarta, asalkan tanah yang disediakan merupakan tanah milik Pemerintah Provinsi.

“Di Jakarta sudah mahal harga tanah, udah enggak bisa, kecuali memanfaatkan tanah Pemerintah Provinsi, BUMN, BUMD,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda.

Namun, menurut Ali, untuk tanah yang merupakan milik Pemerintah Provinsi hunian yang telah dibuat tidak bisa dimiliki. Dengan demikian, salah satu alternatifnya adalah pemakaian tanah dengan sewa jangka panjang atau dengan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

“Tapi sewa jangka panjang, Atau tanah HPL, seperti yang Kemayoran,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk DP satu persen atau pun Nol rupiah seperti yang dikampanyekan salah satu pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta memang belum ada aturan dari perbankan atau Bank Indonesia untuk disetujui. Namun, dalam program sejuta rumah hal itu dikecualikan yakni dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Kalo DP 0 rupiah saat ini aturan perbankan enggak bisa. Tapi untuk program sejuta rumah FLPP sekarang udah bisa satu persen,” ungkap Ali.

Ali mengatakan bahwa potensi pengembangan rumah murah tapak dalam program sejuta rumah berpotensi dibangun di pinggiran Jakarta. Misalnya saja seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Masih bisa kalau di pinggir Jakarta,” ujar dia.

Kendati demikian akses transportasi untuk perumahan murah harus dipertimbangkan pengembangnya. Sehingga, bisa laku keras di kalangan MBR.

“Tapi harus diperhatikan aksesnya harus terkoneksi dengan transportasi massal misalnya, Jadi jangan asal murah,” kata dia.

Untuk DKI Jakarta sendiri masih ada beberapa tempat yang potensial. Misalnya pembangunan masih bisa dilakukan di wilayah Jakarta Timur. “Ada potensi besar, seperti di Ciracas dan Cipayung,” ujar dia.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Jokowi sudah meresmikan program sejuta rumah dengan harga rumah per unit Rp112 juta hingga Rp141 juta. Komplek tersebut bernama Villa Kencana Cikarang dengan tipe masing-masing unit adalah 25/60.

Syaratnya, masyarakat dengan penghasilan Rp4 juta ke bawah bisa memiliki tersebut dengan DP sebesar satu persen dan bunga cicilan fixed lima persen hingga 20 tahun.

Akan tetapi masih banyak yang mengeluhkan rumah tersebut berlokasi cukup jauh dari pusat Ibu Kota. Selain itu akses transportasi untuk ke pusat kota masih sangat terbatas.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis

Tags: , , ,