Rerencana Pemerintah untuk Menurunkan Pajak Sedan

Pemerintah berupaya menurunkan pajak untuk sedan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memicu ekspor kendaraan di dalam negeri.

Maka dari itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan untuk mengatur pajak sedan itu dalam program kendaraan rendah karbon (low carbon emission vehicle/LCEV).

“Iya (Disatukan dengan LCEV). Justru, sedan itu bagian dari LCEV,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (Menperin) di Jakarta, beberapa waktu lalu (27/11/2017).

Seiring dengan turunnya pajak sedan, diharapkan akan memicu produsen otomotif dalam negeri untuk melakukan produksi sedan di Indonesia dan dapat meningkatkan ekspor sedan.

“Luar negeri emang sedan. Kaya Thailand itu ekspornya hampir satu juta seluruhnya sedan. Negara lain kan familynya kecil. Makanya mereka pilih sedan,” terangnya.

Sedan, sampai saat ini memang masih dikategorikan sebagai kendaraan mewah. Sehingga pajak mobil jenis ini cukup besar, yakni 30 persen. Hal itu dikarenakan, jenis kendaraan itu termasuk kedalam Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Sementaraa pajak untuk Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) hanya sebesar 10 persen.

LCEV sendiri merupakan program lanjutan dari kendaraan low cost green car (LCGC). Program ini juga dikenal sebagai program kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2). Program ini sendiri telah ada sejak tahun 2013 dan telah diterapkan oleh sejumlah produsen.

Adapun jenis mobil yang termasuk ke dalam program LCEV ini mulai dari kendaraan berbahan gas (CNG), hybridplug in hybridfull listrik dan yang terakhir adalah sedan itu sendiri.

Selain menurunkan pajak, Kemenperin juga menyebut akan memberikan insentif. Airlangga mengungkapkan bahwa saat ini rancangan insentif itu telah diusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Ini masih dibahas juga. Mudah-mudahan awal tahun depan bisa,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan bahwa rata-rata produsen juga telah siap untuk melakukan produksi mobil berjenis sedan. Menurutnya, kesiapan tersebut hanya tinggal menunggu dorongan regulasi baru.

Sementara itu, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono, mengakui bahwa pihaknya menyambut baik atas rencana pemerintah tersebut.

Selain itu, dirinya juga meminta agar industri otomotif di Indonesia agar segera mengarah kepada kendaraan dengan energi lebih bersih.

“Jadi kita harus ikut, Indonesia harus ikut, harus create market. Penting, adalah bagaimana bisa memasarkan atau menjadi industri bagi future vehicle tersebut,” imbuhnya.

Sumber : cnnindonesia.com


Category: Berita pajak

Tags: , , , ,