Selain memprediksi bahwa di tahun mendatang sektor properti akan kembali menggeliat, Real Estate Indonesia (REI) juga memperkirakan bahwa minimal 30 persen dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) akan masuk ke dalam sektor properti. Hal tersebut telah disampaikan oleh Eddy Hussy, Ketua Umum REI yang optimis bahwa dengan adanya amnesti pajak maka masyarakat terpaksa harus mengakui aset-asetnya yang selama ini belum tercatat oleh Negara.

Oleh karena itu, apabila aset-aset yang dimiliki oleh masyarakat mau tak mau harus terpaksa diungkapkan, maka tidak akan ada lagi ketakutan yang timbul untuk membeli properti ataupun hal lainnya karena sebelumnya mereka tak ingin diketahui oleh pejabat pajak Indonesia.

“Satu hal yang buat kita ke depan akan lebih baik yaitu masalah perpajakan, karena dengan semua sudah menakui asetnya melalui amnesti pajak, jadi saya pikir ke depan tidak banyak lagi kucing-kucingan, ketakutan untuk beli properti, beli ini beli itu atau belinya dari mana kan semua sudah diakui. Nah dengan demikian kami berharap orang ke depan kalau mau belanjakan uangnya sudah lebih bebas, sehingga itu akan masuk ke sektor properti juga,” kata Eddy pada hari Kamis (27/10/2016).

REI Memprediksi Akan Terjadi Borongan Properti Tahun 2017 Berkat Tax Amnesty

REI Memprediksi Akan Terjadi Borongan Properti Tahun 2017 Berkat Tax Amnesty

Eddy memperkirakan bahwa sektor properti akan menggeliat dalam kuartal kedua tahun 2017 sebab program amnesti yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri akan selesai di bulan Maret tahun mendatang. Jadi, ketika semua dana dari program tersebut sudah masuk akan berakibat pula pada sektor properti yang ada.

Ditambahkannya, saat ini kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal seperti perumahan sangatlah tinggi. Namun, jumlah perumahan yang ada lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kebutuhan masyarakat sehingga sektor properti akan selalu diminati oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan dari data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 dimana jumlah kebutuhan rumah mencapai 11,4 juta unit.

“Perumahan ini akan selalu menjadi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dengan begitu, ia menyimpulkan bahwa sektor properti akan mulai bertumbuh kembali apalagi setelah beberapa tahun akhir ini kelihatan melambat.

Source: cnnindonesia.com


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial , Berita pajak

Tags: , , , , , ,