Jokowi Resmikan Perluasan Pabrik Sritex Rp 2,6 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk  (SRIL). Pabrik tersebut dibangun sebagai salah satu upaya pengembangan kapasitas produksi prusahaan dengan total nilai investasi sebesar Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk  (Sritex)  Iwan Setiawan Lukminto mengharapkan dengan adanya investasi infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan industri padat karya terutama pada sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Penambahan luas fasilitas infrastruktur pabrik ini dirancang untuk dapat menyerap tenaga kerja baru hingga 3.500 karyawan yang berdampak secara signifikan pada penambahan kapasitas produksi perusahaan,” katanya dalam pernyataan resminya, Sabtu  (22/4/2017).

Iwan Setiawan menjelaskan, Sritex Group memiliki total 24 pabrik spinning, tujuh  pabrik weaving, lima  pabrik finishing dan 11 pabrik garmen dengan total karyawan saat ini mencapai lebih dari 50 ribu orang.

Menurutnya, industri tekstil dan produk tekstil dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perolehan devisa ekspor, surplus pada neraca perdagangan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan disektor pajak serta pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.

Beliau juga menambahkan bahwa menurutnya industri tekstil dan produk tekstil dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perolehan devisa ekspor, surplus pada neraca perdagangan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan di sektor pajak serta pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.

“Kami meyakini bahwa prospek pertumbuhan Industri TPT nasional akan semakin baik pada  masa mendatang, karena permintaan pasar dalam negeri yang cukup tinggi serta meningkatnya konsumsi dunia” tuturnya.

Menurutnya, hal itu karena permintaan pasar dalam negeri yang cukup tinggi serta meningkatnya konsumsi dunia. “Pangsa pasar industri tekstil Indonesia saat ini baru sekitar dua persen dari pasar tekstil dunia. Sehingga,  peluang untuk memperluas pasar industri TPT nasional di pasar dunia masih sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah saat ini menggiatkan pembangunan infrastruktur nasional. Hal itu dilakukan agar produk-produk Indonesia seperti produk tekstil dapat mempunyai daya saing yang lebih tinggi di kancah internasional.

Presiden juga mengajak masyarakat merasa bangga dan mencintai produk asli dalam negeri. “Kita harus bangga dan mau membeli produk dalam negeri,” ujar Jokowi.

Presiden Jokoi juga menambahkan, “Kita kerjakan infrastruktur habis-habisan untuk [peningkatan] daya saing, supaya kita tidak kalah berkompetisi. Tahapan kedua nanti kita akan masuk ke industri pengolahan, tahapan ketiga kita akan masuk ke industri jasa. Strategi pembangunan kita seperti itu, karena semua negara sekarang ini berbenah diri,” tambahnya.

Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) total nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia selama tahun 2016 mencapai 11,9 miliar dollar AS. Hampir separuh dari nilai tersebut atau sebesar 41,17 persen diekspor ke Amerika Serikat yang bernilai 4,9 miliar dollar AS.

 


Category: Berita Bisnis

Tags: , ,