Potensi Laut Indonesia Mencapai US$ 1,33 Triliun, Jokowi Keluhkan Minim Terobosan

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi maritim dan kelautan di Indonesia saat ini sudah mencapai USD1,33 triliun. Menurutnya dibutuhkan terobosan yang luar biasa untuk merealisasikan potensi tersebut.

Jokowi mengungkapkan, potensi kelautan Tanah Air memang sangat besar itu dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar.

Sebagai negara kepulauan, seharusnya Indonesia bisa memaksimalkan potensi kelautannya. Akan tetapi, jika dalam pengelolaannya masih monoton dan terpaku pada rutinitas maka hal tersebut jelas tidak akan pernah bisa tercapai.

“Potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan itu USD1,33 triliun atau setara hampir dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini potensi besar. Tapi kalau pengelolalaannya kita hanya rutinintas, monoton, tidak melakukan terobosan, jangan harap angka ini bisa kita dapatkan,” ungkap Jokowi di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (4/5/2017).

Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga mengungkapkan bahwa dari potensi USD1,3 triliun dolar tersebut, baru ada sekitar 9% saja yang telah seismic study untuk melihat potensi tersebut secara mendalam dan maksimal.

“Dari data ini, hampir 9% laut kita yang kita lakukan seismic study. Penting kita lakukan sehingga dapat data lebih lengkap lagi. Tiga alki (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang jadi poros jalan dunia itu jadi penting untuk kita ketahui. Selama ini tidak kita kontrol dengan baik,” lanjut Jokowi.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,