ekspor buahSetiap negara memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda satu sama lain yang tidak terdapat di negara lain. Suatu negara akan membutuhkan  komoditi yang tidak tersedia di negaranya tetapi tersedia di negara lain, maka negara tersebut akan melakukan perdagangan atau pertukaran komoditi dengan negara lain. Terjadilah kegiatan ekspor dan impor tiap negara.

Pengertian dari ekspor dan impor adalah;

Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain. Sedangkan, Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain. umumnya, produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu barang migas dan barang non migas. Barang migas atau lebih jelasnya minyak bumi dan gas adalah barang tambang yang berupa minyak bumi dan gas. Sedangkan, barang non migas adalah barang-barang yang bukan berupa minyak bumi dan gas, seperti hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri dan hasil pertambangan lain yang bukan berupa minyak bumi dan gas.

Negara kita, Indonesia juga melakukan berbagai kegiatan ekspor impor, salah satunya ekspor impor buah-buahan. Meskipun Indonesia di kepung buah-buahan impor, namun ada keyakinan yakin bahwa Indonesia memiliki potensi sebagai eksportir buah tropis terbesar di dunia. Salah satu cara agar jadi eksportir buah tropis di dunia adalah dengan mengembangkan buah tropis seperti durian, manggis dan pisang di dalam negeri.

Komoditi buah tropis harus dikembangkan dari Sabang sampai Merauke, sehingga sepanjang tahun buah tersebut bisa diproduksi dan Indonesia bisa menjadi eksportir buah tropis terbesar di dunia.

Dari sejumlah buah-buahan mentah yang diekspor mulai dari jambu, salak, rambutan, nanas, durian, manggis, melon, mangga, jeruk hingga semangka, ada tiga buah-buahan yang menjadi primadona ekspor Indonesia. Buah tersebut adalah manggis, salak, dan mangga.

Meskipun buah-buahan tersebut menjadi primadona ekspor, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, tetap mendorong buah lokal lainnya mampu menjadi komoditas ekspor atau memasuki pasar internasional dikarenakan buah-buahan asal dalam negeri tersebut kualitasnya tidak kalah dengan buah impor.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, menyatakan bahwa potensi untuk ekspor produk buah-buahan sangat terbuka lebar, saat ini Indonesia baru mampu mengekspor beberapa jenis buah lokal saja.

Untuk kedepannya, Kementerian Perdagangan akan mulai mendorong ekspor produk buah lokal tersebut, namun memang masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan, karena banyak negara tujuan ekspor masih belum menerima buah asal Indonesia.

Berdasarkan sektor, ekspor non-migas dari hasil pengolahan periode Januari – Desember 2014 mangalami kenaikan sebesar 3,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 lalu. Dimana ekspor hasil pertanian naik 1,01 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 26,67 persen.

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Konsultan Pajak | Informasi Training
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id


Category: Ekspor Impor

Tags: , , , ,