Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI 7 day repo rate sebanyak dua kali sepanjang 2017 menjadi 4,25 persen. Suku bunga acuan rendah ini dapat menjadi katalis positif untuk sejumlah instrumen investasi. Apa sajakah itu?

Wealth Management Market Strategist PT Bank Permata Tbk Johan Kesuma Harsa menuturkan, saat iklim suku bunga rendah ada sejumlah instrumen investasi yang layak dipilih antara lain saham dan obligasi atau surat utang.

“Kenapa saham?ada beberapa sektor yang diuntungkan pada saat penurunan suku bunga yaitu sektor properti dan perbankan,” kata Johan.

Ia menambahkan, sektor konsumer juga menjadi sektor yang diuntungkan. Hal itu mengingat saat suku bunga rendah dapat meningkatkan daya beli.

Selain saham, investasi obligasi juga bisa jadi investasi yang menarik. Johan mengatakan, biasanya imbal hasil obligasi akan lebih tinggi dari suku bunga deposito. Ini membuat imbal hasil obligasi jadi lebih menarik.

3 Alasan Pentingnya Investasi Sejak Dini

Mengelola keuangan bagi anak muda terutama masuk generasi milenial mungkin belum menjadi prioritas. Hal itu termasuk soal berinvestasi.

Padahal investasi dilakukan sejak dini memiliki sejumlah manfaat. Selain itu, menurut sejumlah perencana keuangan, investasi sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang dan sesuai tujuan keuangan.

Nah, apa pentingnya investasi sejak dini?. Head of Investment Product PT Bank Permata Tbk Alain Tandi menuturkan, investasi sejak dini sangat penting. Ada tiga hal penting berinvestasi sejak dini. Pertama, investasi sejak dini, menurut Alain dapat mendisiplinkan diri apalagi anak muda biasanya identik dengan hiburan.

“Anak muda mengeluarkan uang untuk pergi ke cafe, nongkrong bersama teman-teman. Dana itu bisa digunakan untuk investasi. Jadi ini buat anak muda disiplin soal keuangan,” ujar Alain.

Kedua, akumulasi kekayaan. Kalau investasi sejak dini, semakin panjang memiliki tenor berinvestasi sehingga kekayaan semakin banyak. Ketiga, persiapan masa depan. Alain menuturkan, biasanya anak muda tidak terlalu pikirkan masa depan. Ini berarti senang-senang kemudian hamburkan uang. Padahal uang itu bisa digunakan untuk beli aset rumah dan persiapan masa pensiun.

Sumber: liputan6.com


Category: Berita Bisnis

Tags: , , ,