Petugas terpadu Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Setiabudi pada hari Selasa (25/10/2016) di Jakarta Selatan, melakukan pemasangan plang sebagai bukti bahwa wajib pajak (WP) tersebut belum memenuhi kewajibannya untuk memberikan efek jera. Hal tersebut diberlakukan kepada 18 WP yang melakukan pengemplangan pajak dengan total 10,4 miliar rupiah

Papan yang dipasang tersebut merupakan penunggak pajak untuk PBB-Perkotaan Pedesaan (P2) tahap kedua. “Kami sudah mengingatkan para pengemplang pajak supaya memenuhi kewajibannya, tapi tak digubris. Jadi hari ini kami memasang plang penunggak pajak supaya ada efek jera,” ucap Kepala UPPD Setiabudi, Faisal Syafrudin yang didampingi oleh Kasubag Tata Usaha UPPD Setiabudi, Riswanto. Hadir juga Camat Setiabudi, Dyan Airlangga di lokasi.

Penunggak Pajak Dipasangi Plang Seperti 2 Gedung Ini

Penunggak Pajak Dipasangi Plang Seperti 2 Gedung Ini

Salah satu contoh WP penunggak pajak kelas kakap yang dipasangi plang tersebut ada 2 gedung di wilayah Setiabudi dengan nilai tunggakan pajak sebesar 5,3 miliar rupiah. Dua objek pajak yang dimaksud tersebut adalah gedung The Tower yang memiliki 50 lantai kepunyaan PT Alfa Goldland di Jalan Gatot Subroto serta sebuah gedung terletak di samping kampus Universitas Atma Jaya, yaitu lahan parkir milik PT Asia Tower di Jalan Jenderal Sudirman.

Papan yang tertancap di kedua lahan objek pajak tersebut bertuliskan jelas: ‘Tanah dan Bangunan Ini Belum Melunasi PBB-P2’, selain itu masih ada juga spanduk yang bertuliskan ‘Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah (PBB-P2)’.

Dyan Airlangga menerangkan bahwa PT Alfa Goldland telah menunggak pajak sebesar 3,6 miliar rupiah untuk PBB-P2, sedangkan lahan parkir seluas 8.000 meter persegi kepunyaan PT Asia Tower mengemplang sebesar 1,7 miliar rupiah. Rupanya, meskipun kedua WP ini sudah dikirimi surat imbauan maupun peringatan ternyata mereka masih tidak mau menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka. Ditambah lagi Dyan juga mengatakan bahwa mereka belum melunasi pajak di tahun 2016 ini.

“Batas terakhir pembayaran pajak adalah 28 Agustus 2016, karena lewat tanggal itu kita anggap menunggak pajak. Wajib pajak ini sampai sekarang belum membayar PBB-P2. Sampai dengan batas waktu tidak ada respon dari wajib pajak ini,” kata Dyan.

Source: tribunnews.com


Category: Berita pajak

Tags: , , , ,