Akhirnya Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2017 telah disepakati bersama oleh pemerintah Indonesia dan Badan Anggaran DPR RI, dan akan disahkan pada hari Rabu (26/10/2016) dalam sidang paripurna.

Beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama antara lain mengenai pendapatan negara 2017 menjadi sebesar 1.750,3 triliun rupiah, sedangkan pendapatan dalam negeri menjadi sebesar 1.748,9 triliun rupiah. Selain itu, penerimaan perpajakan naik menjadi Rp 1.498,9 triliun rupiah dan Penerimaan Negara Bukan Pajak disepakati menjadi 250 triliun rupiah.

Jika dilihat dari nominal tersebut, maka penerimaan perpajakan mengalami kenaikan sekitar 3 triliun rupiah dari target pajak yang sebelumnya telah disampaikan beberapa bulan lalu oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dalam nota keuangan, yaitu sebesar 1.495,9 triliun rupiah.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia (MenKeu RI), menerangkan bahwa peningkatan pendapatan perpajakan bagi Negara itu berkat adanya program pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah berlangsung. Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi guna mencapai penerimaan Negara serta melakukan reformasi perpajakan.

Penerimaan Pajak Naik Rp 3T Untuk RAPBN 2017

Penerimaan Pajak Naik Rp 3T Untuk RAPBN 2017

Sebagai tambahan, pemerintah dan bagian anggaran Negara juga telah menyepakati soal belanja Negara, yaitu sebesar 2.080,5 triliun rupiah. Mengenai belanja pemerintah pusat disepakati sebesar 1.315,5 triliun rupiah, belanja kementerian atau lembaga sebesar Rp 763,6 triliun, dan belanja non k/l sebesar 552 triliun rupiah.

Pemerintah Indonesia dan bagian anggara juga sudah menyepakati jumlah transfer daerah dan dana desa yaitu sebesar 764,9 triliun rupiah. Angka tersebut didapat dari belanja transfer daerah yang mencapai 704,9 triliun rupiah sedangkan dana desa sebesar 60 triliun rupiah.

Melalui RAPN tersebut, didapat defisit yang disepakati bersama sebesar 330,2 triliun rupiah atau sekitar 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Mereka yang berwenang juga sepakat bahwa untuk pembiayaan luar negeri diputuskan menjadi 330,2 triliun rupiah.

Dari angka-angka yang telah dikeluarkan dan disepakati bersama tersebut, MenKeu berharap hal ini ke depan akan membawa perubahan yang positif demi masyarakat Indonesia. “Kami harap kesepakatan RUU ‎APBN ini dapat memberikan manfaat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” ucap Sri pada di Gedung DPR RI pada hari Selasa (25/10/2016).

Source: liputan6.com

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita ekonomi finansial , Berita pajak

Tags: , , , ,