Mendekati akhir tahun seperti ini, ada baiknya bagi Anda untuk mulai mendata seluruh jenis aset yang dimiliki. Mulai dari aset yang kelihatannya sepele seperti sepatu, jam tangan, pakaian, alat musik, gadget hingga aset-aset tabungan dan investasi seperti deposito, tabungan, saham, reksadana serta tanah yang Anda miliki. Jangan lupa mobil dan motor Anda juga. Pencatatan aset ini sangat perlu dilakukan.

Seluruh aset ini harus Anda catat seluruh jenis dan nilainya, serta keterangan mengenai aset tersebut. Misalnya Anda memiliki tanah kavling di Jonggol, sebaiknya Anda catat tanggal pembelian, nomor sertifikat serta berapa perkiraan nilainya saat ini.

Demikian pula kendaraan bermotor, catatlah nomor polisi serta nilainya. Jika perlu buatlah copy dari surat-surat tiap aset Anda dan kumpulkan dalam satu map khusus. Catatan-catatan seperti ini akan membantu Anda pada saatnya nanti jika Anda membuat laporan SPT Tahunan serta saat Anda mewariskan seluruh harta Anda alias saat Anda meninggal. Jadi para ahli waris tidak kehilangan haknya atas aset yang Anda miliki.

Jangan sampai ahli waris tidak tahu bahwa Anda sebenarnya memiliki sebuah apartemen hanya karena Anda tidak pernah memberitahukannya kepada mereka ataupun jika ahli waris tahu bahwa Anda memiliki aset apartemen, mereka tidak mengetahui di mana Anda menyimpan sertifikatnya. Jadi selalu beritahukan ahli waris mengenai kepemilikan aset Anda.

Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan mendata aset adalah Anda akan mengetahui berapa jumlah aset produktif dan aset konsumtif yang telah Anda kumpulkan selama ini dan di mana letak aset-aset Anda.

Misalnya setelah Anda melakukan pendataan, ternyata Anda lebih banyak mengumpulkan aset konsumtif seperti mirrorless camera, menambah koleksi jam tangan Anda, membeli sepatu baru, baju serta gadget. Berbicara mengenai gadget Anda mungkin tidak sadar, tapi jika Anda perhatikan, pabrikan gadget terkenal selalu mengeluarkan produk flagship-nya setahun sekali, atau paling lambat 1,5-2 tahun sekali. Ini mengakibatkan product life cycle dari gadget yang kita miliki menjadi semakin singkat.

Boleh tahu, Anda mengganti gadget setiap berapa tahun sekali saat ini? Apakah semakin cepat? Selain aset konsumtif, tentunya kita juga akan mengetahui aset produktif kita di mana saja dan berapa nilainya.

Apakah selama ini Anda banyak berinvestasi di saham? Ataukah Anda seorang yang menyukai investasi di properti seperti tanah atau rumah? Apakah seluruh jumlah aset produktif Anda sudah mencukupi untuk pencapaian tujuan keuangan Anda? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan muncul setelah Anda membaca seluruh aset yang dimiliki.

Jika Anda tidak melakukan pencatatan ini, pasti Anda akan berkata, “sepertinya sih sudah cukup” atau “udah lumayan banyak kok” atau “nanti saja kita beli lagi saham kalau uangnya sudah terkumpul”.

Namun jika Anda membaca hasil pencatatan aset Anda, kemungkinan apa yang Anda ucapkan akan berbeda, “masak nilai tanahku cuman naik segini ya sejak dulu kubeli?”, “sahamnya kurang 5 lot lagi nih biar dapat dividennya bisa 500 ribu setahun” atau “aku harus mencari aset baru agar dana pensiunku tercukupi”.

Dengan melakukan pencatatan aset, kita jadi tahu seberapa kayakah kita sebenarnya, setelah dikurangi jumlah utang tentunya, maka dari itu pendataan aset menjadi hal pertama yang harus Anda lakukan pada saat mulai melakukan perencanaan keuangan.

Sumber: detikFinance


Category: Berita Bisnis

Tags: , ,