Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai harus mulai mempersiapkan talenta-talenta yang nantinya dapat menjadi calon Dirjen Pajak. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan, Ditjen Pajak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Saat ini beredar kabar bahwa Robert Pakpahan yang merupakan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan telah mendapat persetujuan untuk memimpin otoritas pajak nasional.

“Kalau betul Robert Pakpahan, dia tetap mewakili generasi lama, generasi Pak Robert akan habis dan DJP akan masuk era baru,” kata Prastowo saat Media Gathering di Manado.

Prastowo mengatakan, tim pencari bibit di Ditjen Pajak harus segera mempersiapkan sedari jauh waktu supaya pada saat masa pergantian tidak perlu merasa khawatir dan ragu memindahkan tongkat kepemimpinannya.

“Mencari pejabat yang punya space waktu yang lama sampai pensiun, menurut saya ini bagus, talent scouting perlu disiapkan, supaya tidak bingung saat suksesi,” ungkap dia.

Prastowo menambahkan, talent scouting ini nantinya juga akan memberikan warna berbeda dalam memimpin Ditjen Pajak. Hingga saat ini, banyak para pejabat lingkungan otoritas pajak nasional yang mumpuni untuk menjadi Dirjen Pajak, namun hal tersebut belum disiapkan secara masak.

“Generasi baru ini akan memberikan warna berbeda. Tinggal kita kawal, saya kira itu proses yang tidak mudah, kalau biji yang bagus jatuhnya di atas batu ya tidak akan tumbuh. Dan ini belum banyak yang memikirkan, saya juga tidak yakin Sri Mulyani punya roadmap panjang, ini yang perlu disiapkan, kita membangun kelembagaan,” ungkap dia.

Bukan hanya itu saja, dalam mengusulkan sosok Dirjen Pajak maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk tidak menutup pintu untuk kalangan yang berasal dari instansi pemerintahan.

“Idealnya orang seperti Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) itu bisa, atau dari CEO perusahaan besar juga bisa,” tutup dia.

Diketahui, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi saat ini genap berusia 60 tahun tepat pada 8 November 2017, maka masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) ini berakhir hingga awal Desember tahun ini.

Alur pemilihan orang nomor satu di Ditjen Pajak itu pertama diusulkan oleh Menteri Keuangan ke Presiden Jokowi, setelah itu ditimbang dan dinilai oleh Tim Penilai Akhir (TPA). Hasil penilaian tersebut nantinya akan dikembalikan kepada Presiden Jokowi yang merupakan ketua dari TPA untuk memutuskan secara resmi.

Sumber: detikFinance


Category: Berita pajak

Tags: , , ,