Pedagang Pasar Tradisional Minta Zonasi Ritel Modern Diatur

Pedagang Pasar Tradisional – Rencana pemerintah mengatur zonasi ritel modern termasuk minimarket disambut baik oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Rencana zonasi pendirian minimarket akan dilakukan pemerintah demi melindungi keberadaan pasar tradisional dari gilasan retail modern yang terus tumbuh subur.

“Zonasi kami setuju. Pemerintah harus fokus soal zonasi ini,” ujar Ketua Ikappi Abdullah Mansyuri.

Abdullah mengungkapkan bahwa jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional harus jelas tertuang di dalam aturan yang sedang digodok oleh pemerintah. Rencananya, aturan itu akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kajian Ikappi, keberadaan ritel modern yang berdampingan dengan pasar tradisional memang sangat berpengaruh. Pendapatan pedagang pasar bisa merosot hinga 50 persen.

Tak hanya itu, dampak juga dirasakan oleh para Pedagang Pasar Tradisional yang letaknya ada di radius 300 meter dari toko ritel modern. Bahkan penurunan pendapatan bisa mencapai 70 persen.

“Dari beberapa kajian yang kami lakukan, jarak yang semakin dekat akan semakin mempengaruhi,” ujar Abdullah.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga menuturkan, ada tiga hal yang akan diatur oleh pemerintah terkait ritel modern yakni zonasi, persentase kepemilikan, dan persentase barang yang dijual.

Terkait zonasi, pendirian minimarket hanya akan dibolehkan di lokasi-posisi tertentu yang dipastikan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Selain itu pendirian minimarket atau ritel modern lainnya hanya diperbolehkan di jalan-jalan dengan kriteria tertentu.

Darmin mengungkapkan, aturan baru itu masih digodok oleh Kementerian Perdagangan. Rencananya aturan itu akan dituangkan ke dalam Peraturan Presiden (Perpres) pada tahun ini.


Category: Berita Bisnis

Tags: , , ,