Pajak Ekspor Barang

Pajak Ekspor BarangBerkembangnya dunia perdagangan global kini  membuat pemerintah harus lebih jeli dalam mengawasi dan menciptakan peraturan agar kegiatan perdagangan global dapat berjalan dengan lancar dan terkendali, termasuk diantaranya adalah peraturan dalam hal perpajakan bagi kegiatan ekspor atau pengiriman barang keluar negeri. Pajak ekspor barang merupakan pemungutan resmi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kegiatan ekspor barang. Secara umum ada tuju jenis tarif pajak ekspor, mereka adalah:

  1. Bea harga (Ad Valorum) dimana besarnya pajak  yang dipungut berdasarkan persentase tertentu dari nilai produk atau harga tarif tertinggi
  2. Tarif spesifik yakni besarnya pajak diterapkan untuk setiap unit produk atau harga satuan atas suatu barang dipakai untuk barang-barang tertentu. Pajak ini digunakan untuk melindungi industri dalam negeri sebagai bentuk proteksi.
  3. Compound tarif yakni kombinasi antara tarif bea harga dan tarif sepesifik. Tarif ini biasnaya diterapkan pada idang cukai atau berdasarkanspesifik menurut jumlah produk yang dihasilkan sehingga dapat diketahui.
  4. Tarif Antidumping yakni penambahan besar tarif daripada yang berlaku untuk perhitungan bea masuk. Ini diterapkan sebagai suatu hukuman atau sanksi atas produk tertentu dari suatu negara yang dikirimkan ke negara lain.
  5. Tarif pembalasan (restorasi) yakni penerapan tarif yang bersifat resiprokal, berkaitan dengan pengenaan tarif yang sama.
  6. Tarif diferensial merupakan tarif maximum dan tarif minimum atas produk tertentu antara nega yang memiliki hubungan baik.
  7. Tarif preferensi yakni tarif yang berlaku untuk negara-negara yang tergabung dalam uni atau asosiasi dan berbeda dengan tarif bea masuk untuk negara lain.

Pelunasan untuk pajak ekspor barang ini dapat dilakukan dengan cara tunai atau menyerahkan surat sanggup bayar (SSBO, yang pelunasannya baru akan didlakukan selambatnya 30 hari setelah PEB didaftarkan. Namun ketika seorang eksportir tidak mampu melunasi sebagaimana waktu yang telah ditetapkan, maka mereka akan memperoleh denda atau biaya administrasi sebesar 2% pada setiap bulannya.

Pajak ekspor barang sumber pendapatan

pajak ekspor barang merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara, tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara akan sulit untuk dapat direalisasikan. Selain fungsinya sebagai budgeter, pajak juga melaksanakan fungsi retribusi pendapatan dari masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih tinggi kepada kepada masyarakat yang kemampuan ekonominya lebih rendah. Karena alasan inilah kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya secara baik dan benar merupakan syarat utama untuk tercapainya fungsi retribusi pendapatan. Sehingga pada akhirnya kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dikurangiatau bahkan dihapuskan. Selain untuk tujuan tersebut, pajak ekspor juga ditujukan agar dapat digunakan sebagai penghambar suatu kegiatan perdagangan, misalnya saja ketika terjadi kelangkaan suatu produk dalam negeri, maka pemerintah akan mengenakan tarif pajak ekspor yang lebih tinggi untuk membatasi jumlah ekspor. Pemerintah juga mengenakan pajak yang tinggi terhadap barang atau jasa tertentu yang memiliki dampak egatif dengan tujuan untuk membatasi jumlah produk dan konsumsinya.

Jika anda ingin mengetahui lagi tentang pajak ekspor barang silahkan ikuti pelatihan atau training yang akan kami agendakan di halaman berikut: INFORMASI TRAINING

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Consulting and training | Informasi Training
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Artikel Pajak , Pajak

Tags: , ,