Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luncurkan Aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)

OJK Luncurkan Aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) luncurkan aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang merupakan perluasan Sistem Informasi Debitur (SID).

Aplikasi ini dibangun sebagai sarana pertukaran informasi pembiayaan atau perkreditan antar lembaga di bidang keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan bahwa lahirnya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) ini diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah penyediaan dana dan mampu mengendalikan pertumbuhan kredit bermasalah.

“SLIK merupakan salah satu bentuk infrastruktur keuangan yang sangat panting untuk dapat memperluas akses kredit atau pembiayaan dan menyediakan informasi untuk kreditur yang dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah,” ungkap Muliaman D Hadad, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Muliaman menjelaskan, SLIK dibangun dengan mengakomodasi kebutuhan industri, kebutuhan OJK, dan kebutuhan lembaga lain. OJK senantiasa terus melakukan inovasi seiring dengan perkembangan yang terdapat pada industri jasa keuangan.

“Melalui SLIK ini, lembaga di bidang keuangan akan menyampaikan laporan debitur secara lengkap, akurat, terkini, utuh, dan tepat waktu sehingga diharapkan kualitas informasi debitur dapat tetap terjaga,” ungkapnya.

Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sendiri akan menggantikan tugas Sistem Informasi Debitur (SID), data pelapor yang nantinya akan dipindahkan dari SID ke SLIK. Dia juga berharapa pemindahan data ini akan selesai sampai akhir Desember 2017.

Sehingga untuk selanjutnya pada Januari 2018, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) akan sepenuhnya menggantikan peran Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola Bank Indonesia.

Jumlah debitur yang akan dilaporkan ke dalam SLIK sebesar 96,4 juta debitur dan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah pelapor SLIK.

Sementara itu jumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang akan menjadi pelapor SLIK pada April 2017 berjumlah 1.626 yang terdiri dari Bank Umum, BPR dengan aset lebih dari Rp10 miliar, penyelenggara kartu kredit selain Bank, dan pelapor sukarela SID.

Jumlah Pelapor tersebut akan meningkat mengingat cakupan pelapor wajib pada SLIK akan lebih luas dengan menambahkan LJK seperti BPR dan Lembaga Pembiayaan dengan aset di bawah Rp10 miliar, dan Pergadaian.


Category: Berita Bisnis

Tags: , ,