Sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berusaha untuk terus menurunkan harga gas di tanah air. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan mengurangi penerimaan negara dari aktivitas jual beli gas.

I Gusti Nyoman Wiratmaja, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I mengatakan bahwa ada dua macam cara yang dapat dilakukan demi mengurangi penerimaan Negara dari aktivitas jual beli gas. Cara pertama yaitu dengan meniadakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan yang kedua ialah menurunkan atau meniadakan Pajak Penghasilan (PPh).

Hal tersebut diungkapkannya pada hari Senin (24/10/2016) di Kantor Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Jakarta. Sayangnya, apabila metode pertama diberlakukan maka Negara Indonesia berpotensi akan kehilangan pendapatannya kurang lebih sekitar US$ 544 juta per tahun.

“Kalau PNBP tidak diambil, ada 544 juta US Dollar penerimaan negara yang berkurang,” katanya.

Sementara itu, dengan cara yang kedua, maka Negara akan berpotensi kehilangan sekitar 719 juta US Dollar per tahun apabila Pph dari minyak dan gas tidak diambil. Dan jika kedua cara tersebut digabungkan alias diambil semua, maka Negara kita akan berpotensi kehilangan pendapatan sekitar 1,26 Miliar US Dollar.

Negara Berpotensi Kehilangan 1,26 Miliar US Dollar Dari Penurunan Harga Gas

Negara Berpotensi Kehilangan 1,26 Miliar US Dollar Dari Penurunan Harga Gas

Lebih lanjut, jika Negara memberlakukan cara pertama maka harga penurunan gasnya tidak sebanding dengan apabila diambil langkah yang kedua, yaitu mengurangi atau meniadakan Pajak Penghasilan (PPh). Penurunan harga gas akan berada di kisaran 5,01 US Dollar per MMBTU dengan cara pertama dibandingkan dengan penurunan hingga 3,82 US Dollar per MMBTU melalui cara yang kedua.

Akan tetapi, dua cara yang diterangkannya tersebut sampai sekarang belum menjadi keputusan pemerintah karena hal itu menjadi keputusan dalam rapat kabinet, sedangkan Kementerian EDSM hanya memaparkan perhitungan dari data yang ada.

Presiden Jokowi sendiri melihat bahwa harga gas di Indonesia termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, Presiden menghimbau beberapa hal untuk menurunkan harga gas termasuk di dalamnya memangkas rantai pasokan gas yang dinilai terlalu panjang.

Source: liputan6.com


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , , , , ,