Menteri Rini akan Tutup Pabrik Gula Kapasitas Kecil

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyatakan bahwa akan menutup pabrik-pabrik gula yang tidak efisien di daerah  Jawa Timur, setelah pemerintah membangun pabrik gula baru yang kapasitas gilingnya lebih besar.

“Jadi begini, pabrik-pabrik gula yang tidak efisien dan terlalu kecil serta tidak bisa ditingkatkan kapasitasnya atau tidak bisa dimodernisasi tentu akan ditutup. Kemudian kami akan membangun pabrik gula baru yang besar,” kata Rini seusai acara peletakan batu pertama program Modernisasi dan Peningkatan Kapasitas Giling 6.000 ton PG Asembagus, Kabupaten Situbondo, Senin (8/5/2017).

Menurut Rini, penutupan pabrik gula yang tidak efisien dan tidak dapat dimodernisasi itu sampai saat ini masih dalam tahap proses.

Petani tebu diminta untuk tidak perlu khawatir dengan rencana pemerintah melakukan penutupan pabrik gula tidak efisien karena tebu petani akan tetap digiling.

Dia juga menjelaskan bahwa di Jawa Timur akan segera dibangun pabrik gula baru yang kapasitasnya lebih besar dan minimal kapasitas gilingnya seperti di Pabrik Gula Asembagus, Kabupaten Situbondo. Pabrik tersebut mampu menggiling 6.000 ton tebu per hari dari kapasitas 3.000 ton tebu per hari pada tahun 2018 mendatang.

Sementara di waktu yang sama, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XI, Moch Cholidi juga mengatakan bahwa rencana tersebut sesuai komitmen Menteri BUMN.

Jika animo para petani menanam tebu tetap tumbuh bagus di Situbondo atau masyarakatnya semakin banyak menanam tebu tentunya akan dibangunkan pabrik gula baru.

“Jadi setelah peningkatan kapasitas giling di PG Asembagus dari 3.000 ton tebu per hari menjadi 6.000 ton per hari pada tahun depan (2018) tidak menutup kemungkinan pabrik gula baru akan dibangun,” kata Moch Cholidi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam kunjungan kerjanya melakukan peletakan batu pertama dalam program Modernisasi dan Peningkatan Kapasitas Giling 6.000 ton per hari.


Category: Berita Bisnis