Menkeu: Kalau Ada Aparat Pajak Minta Ijon, Laporkan ke Saya

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan melarang jajaran pajak agar tidak melakukan praktik ijon atau menarik utang pajak lebih awal yang bertujuan untuk memenuhi target penerimaan negara. Sri Mulyani menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan strategi ijon pajak.

“Saya melarang ijon dilakukan karena itu tidak adil dan merusak basis data perpajakan. Jadi kalau ada yang merasa didatangi aparat pajak dan mereka minta ijon, laporkan ke saya,” tegas Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan bawa dalam mengumpulkan target penerimaan pajak untuk 2017 ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak telah melakukan identifikasi potensi penerimaan pajak yang memang selama ini sudah diketahui tapi tidak terkoleksi.

“Kami identifikasi potensi di atas data baseline atau data rutin. Salah satunya data dari pengampunan pajak kemarin. Itu menunjukkan ada wajib pajak baru dan harta yang dideklarasikan,” kata Ani sapaan akrab Sri Mulyani.

Menurutnya, rasio pajak di Indonesia masih termasuk rendah, maka dapat dikatakan bahwa data rutinnya rendah. Sebab, tidak mencakup semua potensi penerimaan pajak.

“Jadi hari ini aparat pajak kita melakukan intensifikasi, tapi bukan untuk mencari ijon,” ujar Ani.

Langkah intensifikasi tersebut dilakukan mengingat potensi pajak di Tanah air sebenarnya tergolong cukup besar. Bahkan, International Monetary Fund (IMF) sempat memproyeksikan pajak pertambahan nilai (PPN) Indonesia yang bisa didapat setara 1,5 persen produk domestik bruto (PDB).

“Lalu juga kalau kami tahu ada pajak penghasilan di beberapa sektor tertentu, kami akan lihat. Kami mengumpulkan pajak sesuai kewajiban yang diatur UU. Kalau ada dinamisasi, itu karena kami melihat potensi penerimaan,” tuturnya.

Ani menambahkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga mempunyai proses untuk penyelesaian seandainya ada sengketa pajak. “Namun itu bukan alat untuk memeras pajak,” tambahnya.

Sumber: kompas.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,