Lebih Dari 100 Pengelola Pelabuhan Dunia Kumpul di Bali

Lebih dari 100 pengelola pelabuhan dari 50 negara berkumpul di Bali. Mereka yang tergabung dalam International Association of Ports and Harbors (IAPH) akan membahas sejumlah hal terkait industri pelabuhan.

Presiden International Association of Ports and Harbors (IAPH) Santiago Garcia Milla menjelaskan apa saja yang ada di dalam IAPH. “IAPH didirikan pada 1955, dengan 88 anggota dan lebih dari 160 pelabuhan di 5 benua. 80% lalu lintas kapal kontainer dunia menggunakan pelabuhan anggota kami,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Santiago dalam acara The 30th IAPH World Ports Conference 2017 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/5/2017).

Turut hadir dalam acara ini Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Presiden Direktur Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Presiden Direktur Pelindo II Elvyn G Masassya dan Presiden Direktur Pelindo III Gusti Ngurah Askhara.

“Kita akan membicarakan, berdiskusi dan mendengarkan persoalan terkait evolusi global shipping, kelebihan kapasitas, perkembangan pasar, digitalisasi pelabuhan, pelabuhan pintar dan juga berbagi solusi terkait masalah kepelabuhanan lainnya,” ujar Santiago.

Presiden Direktur Pelindo II Elvyn G Masassya juga menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan untuk tukar pikiran dan pengalaman maupun perspektif antar pelaku sektor maritim logistik dunia. Ajang ini juga dijadikan Pelindo untuk menunjukan perkembangan infrastruktur pelabuhan di Indonesia.

“Konferensi ini untuk aliansi pelabuhandi dunia misalnya transfer pengetahuan, keahlian dan teknologi untuk smart ports atau digital ports. Termasuk kolaborasi berbagai hal dan sharing experiences,” jelas Elvyn.

Konferensi ini juga digunakan Pelindo untuk menunjukan New Priok Container Terminal di Jakarta, Terminal Teluk Lamong di Surabaya, Kuala Tanjung di Medan dan New Makassar Port di Makassar yang masih dalam tahap proses.

Elvyn menilai para pelaku industri pelabuhan dunia akan melihat kesiapan Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. “Ini satu momen yang bagus bagi kami untuk menjelaskan Indonesia akan menjadi poros maritim dunia,” ujar Elvyn.

Konferensi ini diikuti oleh delegasi pelaku industri pelabuhan dari 50 negara seperti Jepang, Korea, Singapura, hingga Ajerbaizan.

Mereka mendirikan booth untuk memamerkan teknologi kepelabuhanan yang dimiliki sehingga mampu menarik pengguna jasa pelabuhan yang turut hadir dalam acara tersebut.


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,