Kontribusi Ekspor Pada Kuartal Kedua Diprediksi Melambat

Training Terkait: Training Ekspor Impor

Kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini diperkirakan melambat seiring dengan melemahnya harga komoditas. Selain itu, sumbangan ekspor ini akan digantikan oleh menguatnya konsumsi rumah tangga, investasi swasta dan belanja pemerintah.

Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra mengatakan faktor cyclical atau pertumbuhan ekspor akan melambat, akan tetapi angkanya masih akan lebih bagus dari tahun lalu.

“Kami lihat harga komoditas agak soft lagi mulai melandai. China juga kuartal pertama sebesar 6,9%, kemudian PMI-nya mulai agak soft lagi. Mungkin ekspor melambat,” ujar Aldian.

Walaupun laju pertumbuhan ekspor tertahan, dia melihat konsumsi rumah tangga akan membaik karena kenaikan tarif listrik 900 VA telah selesai, ditambah dengan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Aldian menjelaskan, sekalipun akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), akan tetapi penyesuainya tidak akan terlalu besar.

“BBM kalau naik tidak banyak karena harga minyak sekarang turun lagi. Proyeksi kita gap-nya sekitar 8-10%,” jelas Aldian.

Dengan demikian, pengaruhnya tidak akan besar terhadap inflasi. Selain itu, efek volatile food diperkirakan akan relatif stabil memasuki semester dua karena curah hujan rendah. Sementara itu, investasi swasta sudah cukup bagus mengingat adanya peningkatan pertumbuhan kredit korporasi.

Aldian juga melihat belanja pemerintah akan tumbuh lebih besar karena penerimaan pajak pada April lalu. “Dilihat tax collection akan lebih bagus. Kalau bisa tumbuh double digit saja, sudah bagus untuk Indonesia,” paparnya.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Ekspor Impor

Tags: , , ,