I Ketut Diarmita: Realisasi Impor Sapi Bakalan Belum Penuhi Target

Training Terkait: Training Ekspor Impor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengungkapkan, realisasi impor sapi bakalan belum memenuhi target.

Ketut menambahkan, sampai tanggal 31 Mei 2017, izin impor sapi bakalan sudah keluar sejumlah 348.945 ekor. “Realisasinya sampai 31 Mei 2017 baru 119.211 ekor,” uajr Ketut saat dihubungi melalui pesan pendek, Minggu, 4 Juni 2017.

Ketut juga menjelaskan bahwa untuk membuat stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan pada bulan Juli-Desember, Bulog perlu didorong segera merealisasikan izin impor yang telah diberikan dan juga menagih realisasi importir sapi dan daging sapi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pada tahun ini ada izin impor sapi yang bakalan yang diberikan dengan memperhatikan ketentuan rasio perbandingan 1:5 antara sapi indukan dan sapi bakalan yang akan diimpor.

“Iya, nanti kan diauditnya tahun 2018. Sekarang ini diberikan kesempatan menarik napas dulu,” kata Nurwan sambil mengingatkan importir agar memperhatikan aturan ini.

Rasio perbandingan 1:5 ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2016 tentang Pemasukan Ternak Ruminansia Besar ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Nurwan menyatakan importir yang tak menjalankan skema rasio tersebut akan dicabut izin impornya. “Ya mereka mau berlanjut atau tidak, begitu saja,” ujarnya.

Mengenai impor, Nurwan menyatakan izin impor daging kerbau sudah dikeluarkan sebesar 51 ribu ton sampai Desember 2017 dan siap dimasukkan kapan saja.

Sebelumnya, Bulog memasukkan 36 ribu ton daging kerbau asal India, sehingga pada tahun 2017 ini impor daging kerbau akan mencapai 87 ribu ton.

Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan minggu ketiga pada bulan Juni akan dimasukkan 5 ribu ton daging kerbau. Daging-daging ini rencananya akan didistribusikan ke Jabodetabek, Jawa Barat dan juga ke daerah-daerah di luar itu asalkan kepala daerah mengizinkan.

“Kami sudah distribusi ke Bengkulu, Jambi, dan Lampung,” ujar Tri Wahyudi.

Pemasukan tersebut memang ditujukan untuk menstabilkan harga daging menjelang Idul Fitri. Tri melihat angka tersebut sangat cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab, kebutuhan per hari di Jabodetabek hanya 5-6 ribu ton, sedangkan stok saat ini masih ada sekitar 33 ribu ton. “Masih sangat cukup kok,” ujarnya.

Dari data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, diketahui sampai 29 Mei 2017 posisi stok daging 57.705 ton. Ini terdiri atas sapi bakalan 62.840 ekor atau setara daging 12.505 ton, daging sapi impor 11.696 ton, juga daging kerbau dari impor yang dilakukan Bulog sebanyak 33.504 ton. Kebutuhan untuk Juni diperkirakan mencapai 54.646 ton, sehingga diperkirakan masih ada surplus 3.059 ton.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis , Ekspor Impor

Tags: , , , ,