Jenis-Jenis e Faktur

Jenis-jenis e faktur dalam pasal 13 ayat (1) UU PPN 1984, ditegaskan terdiri dari 3 (tiga) macam Faktur Pajak yaitu:

  • E faktur pajak standar yang mengatur tentang saat pembuatan, bentuk, pengadaan, ukuran, tata cara penyampaian dan tata cara pembentukan faktur pajak standar menetapkan bahwa faktur pajak standard adalah faktur pajak yang paling sedikit memuat keterangan mengenai:
    • Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan BKP atau JKP
    • Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli BKP atau penerima JKP
    • Jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga
    • Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur Pajak
    • Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.
    • Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut
    • Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut
  • e-faktur gabungan. Dokumen yang dengan keputusan Direktur Jenderal Pajak diperlakukan sebagai faktur pajak standard. Dokumen-dokumen tersebut harus memuat sekurang-kurangnya, Identitas yang berwenang menerbitkan dokumen, Nama, Alamat dan NPWP penerima dokumen sebagai wajib pajak dalam negeri, Jumlah satuan apabila ada, Dasar Pengenaan Pajak dan Jumlah pajak yang terutang. Dokumen-dokumen yang masuk dalah kategori ini  diantaranya adalah:
    • PIB dan SSP untuk impor BKP
    • PEB yang telah difiat muat Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dilampiri invoice
    • Kuitansi atas penyerahan jasa telekomunikasi
    • Nota Penjualan Jasa atas penyerahan jasa kepelabuhanan
    • Paktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat oleh Pertamina atas penyerahan BBM dan non BBM
    • SPPB (Surat Perintah Pengiriman Barang) dari BULOG/DOOLOG
    • SSP PPN atas pemanfaatan BKP Tidak Berwujud/JKP dari luar Daerah Pabean
    • Tanda pembayaran atau kuitansi langganan listrik.
    • Tiket, airway bil), delivery bill yang dibuat perusahaan jasa angkutan udara dalam negeri
  • Faktur pajak sederhana

PKP dapat membuat Faktur Pajak Sederhana atas penyerahan BKP atau JKP sepanjang memenuhi syarat berikut ini:

    • Faktur Pajak Sederhana minimal mencantumkan nama, alamat dan NPWP di Pembuat; Jenis dan kuantum BKP/JKP; harga.penyerahan termasuk PPN atau ditulis terpisah; tanggal pembuatan Faktur Pajak
    • Faktur Pajak Sederhana boleh dibuat dalam dua hal: pertama penyerahan BKP atau JKP dilakukan kepada konsumen akhir dan pembeli BKP/penerima JKP yang nama, alamat atau NPWP-nya tidak diketahui.
    • Faktur Pajak Sederhana dapat berupa bon kontan, faktur penjualan, karcis, kuitansi, segi kas register, dan sejenisnya.
    • Faktur Pajak Sederhana harus dibuat dalam rangkap dua, atau satu lembar dengan pertinggal berupa potongan/bagian dari Faktur Pajak Sederhana yang diserahkan kepada pembeli/ pene-rima jasa, seperti pada umumnya yang terjadi pada karcis.

bagi anda yang ingin mendalami bagaimana aplikasi e faktur pajak online silahkan untuk mengikuti agenda training yang akan kami agendakan pada tanggal 27 Mei 2015 dengan topik e faktur pajak aplikatif.

brosur e faktur

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Konsultan Pajak Indonesia | Informasi Training Indonesia
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Artikel Pajak , Pajak

Tags: , , , , , , , ,