Alasan DJP Ingin Intip Data Keuangan Masyarakat

DJP Ingin Intip Data Keuangan Masyarakat

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini sedang mengupayakan adanya keterbukaan data keuangan dari masyarakat yang bertujuan untuk keperluan pajak.

Bukan tanpa alasan DJP mengupayakan hal tersebut,  karena selama ini masih banyak harta masyarakat yang disimpan dalam bentuk instrumen keuangan.

Berdasarkan realisasi Program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty, total deklarasi harta mencapai Rp 4.881 triliun. Jumlah ini terdiri dari repatriasi Rp 147 triliun, deklarasi luar negeri Rp 1.036 triliun dan deklarasi dalam negeri Rp 3.698 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, dari realisasi tersebut mayoritas terdiri dari kelompok harta kas dan setara kas serta investasi dan surat berharga.

Untuk deklarasi dalam negeri kelompok harta kas dan setara kas mencapai Rp 1.330,02 triliun. Kemudian, investasi dan surat berharga mencapai Rp 755,28 triliun.

“Inilah yang membuat kita berpikir memang penting sekali keterbukaan akses perpajakan terhadap data keuangan dan perbankan. Ini menunjukan selama ini kas dan setara kas, kebanyakan kas yang selama ini di bank, industri keuangan, menunjukan perlu keterbukaan perpajakan terhadap data keuangan,” kata Yoga.

Kelompok harta ini juga yang mendominasi deklarasi harta luar negeri. Kas dan setara kas mencapai Rp 314,45 triliun. Lalu investasi dan surat berharga mencapai Rp 490,16 triliun.

“Ini lebih Rp 800 triliun, 80 persen (deklarasi luar negeri) ada di situ,” tambah beliau.

Hal ini juga terjadi pada deklarasi dan repatriasi. Tercatat, kas dan setara kas Rp 87,90 triliun dan investasi dan surat berharga Rp 21,32 triliun.

Hestu Yoga Saksama juga mengatakan, keterbukaan data keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pajak.

“Kembali lagi kebutuhan untuk informasi keuangan makanya AEoI sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan mencegah penghindaran pajak melalui instrumen di dalam dan luar negeri,” jelas dia.


Category: Berita pajak

Tags: , ,