Untuk membentuk holding BUMN tambang, pemerintah akan mengalihkan kepemilikan saham 3 BUMN pertambangan ke PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang akan menjadi induknya. Ketiga BUMN itu yakni PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Lalu apakah benar Timah, Antam dan PTBA tak lagi berstatus BUMN lagi?

Menurut Pengamat BUMN sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, pengertian Persero sendiri merupakan BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% dimiliki oleh Negara Indonesia. Pengertian tersebut berasal dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara, Pasal 1 ayat 2.

“Kalau perseroan sesuai dengan UU BUMN bahwa yang 51% sahamnya atau lebih dimiliki langsung oleh negara. Jadi nanti yang persero tinggal satu induknya saja Inalum. Karena anaknya tidak dimiliki langsung oleh negara,” terangnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini kepemilikan negara di Antam sebanyak 65% atau 15,6 miliar lembar, Timah 65% atau 4,84 miliar lembar dan PTBA 65% atau 1,5 miliar lembar. Seluruh saham seri B itu akan dialihkan kepada Inalum.

Itu artinya, kata Said, pemerintah atau negara tidak lagi memiliki langsung saham di 3 perusahaan tersebut. Sebab saat ini pemegang saham pengendali barunya adalah Inalum. Meskipun pemerintah juga memiliki seluruh saham Inalum.

“Jadi statusnya BUMN enggak mungkin, karena sahamnya tidak dimiliki langsung oleh negara,” tegasnya.

Namun pemerintah masih menyisakan saham dwi warna di 3 perusahaan tambang itu. Sehingga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016, Antam, Timah dan PTBA nantinya akan diperlakukan setara dengan BUMN.

Maka mereka masih tetap mendapatkan penugasan pemerintah dan melakukan pelayanan umum selayaknya BUMN. Lalu juga masih mendapatkan kebijakan khusus negara atau pemerintah, termasuk dalam pengelolaan sumber daya dengan perlakuan tertentu sebagaimana diberlakukan bagi BUMN.

Tak Lagi Jadi BUMN, Antam hingga Bukit Asam Bisa Dikuasai Asing?
Pembentukan holding BUMN tambang membuat status PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tak lagi jadi BUMN. Sebab saham kepemilikan langsung negara dialihkan kepada PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) selaku induk holding.

Banyak pihak bertanya-tanya apakah perubahan status tersebut membuat pintu bagi swasta untuk masuk ketiga perusahaan tersebut semakin lebar. Bahkan ada yang khawatir akan dikuasai asing.

Menurut pengamat BUMN sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kecil kemungkinan hal tersebut bisa terjadi. Sebab meski seluruh saham seri B telah dialihkan ke Inalum namun pemerintah masih menyisakan saham dwi warna yang memiliki hak veto.

“Jadi sangat tergantung, menurut PP 72 menyatakan bahwa walupun tidak BUMN apabila ada saham pemerintah (dwi warna) jadi meklanismenya sama dengan BUMN,” tuturnya.

Lagi pula, kata Said, Inalum yang menjadi pemegang saham pengendali masih dikuasai pemerintah seluruhnya. Sehingga pemerintah masih bisa menjadia Antam, Timah dan PTBA melalui Inalum.

“Jadi tidak bisa anak perusahaan menjual sahamnya begitu saja, harus persetujuan induknya. Sementara induknya kan 100% pemerintah. Jadi pemerintah sangat bisa mengatur,” tambahnya.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016, Antam, Timah dan PTBA nantinya akan diperlakukan setara dengan BUMN, sebab pemerintah masih memegang saham dwi warna.

Mereka juga masih tetap mendapatkan penugasan pemerintah dan melakukan pelayanan umum selayaknya BUMN. Lalu juga masih mendapatkan kebijakan khusus negara atau pemerintah, termasuk dalam pengelolaan sumber daya dengan perlakuan tertentu sebagaimana diberlakukan bagi BUMN.

Melalui saham itu, pemerintah juga masih bisa menentukan dewan direksi dan komisaris di Antam, Timah dan PTBA.

“Itu saham mungkin 1 lembar saja tapi kualitasnya tinggi,” tukasnya.

Sumber: detikFinance

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , , , , , ,