Pemerintah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Salah satu caranya dengan melakukan holding pada perusaahan BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro mengatakan pada dasarnya holding BUMN membuat BUMN memiliki kemampuan yang lebih baik.

“Secara garis besar bagaimana BUMN menjadi kuat, menjadi lincah dan kemampuan yang lebih besar itu bagaimana lebih bisa pelengkap BUMN itu bisa melayani masyarakat lebih baik karena kita yakin dengan BUMN yang lebih besar, lebih kuat dan bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak bisa melayani masyarakat lebih baik,” katanya di Jakarta.

“Misalnya holding tambang, kita lakukan sendiri-sendiri itu ternyata proses hilirisasi pertambangan yang menghasilkan nilai lebih itu tidak berjalan secepat yang kita inginkan. Tapi dengan adanya kolaborasi antara anggota-anggota holding itu membuat PT Bukit Asam menghasilkan batu bara yang besar,” sambungnya.

Kemudian karena hal itu, PT Bukit Asam (BA) bisa dengan mudah membangun tenaga listrik dengan batu bara sebagai tenaganya. Selain itu, manfaat lainnya dilihat dari total biaya di mana holding membutuhkan biaya yang besar, yakni 40% dari total biaya. Dengan begitu, jika biaya tersebut bisa diserap dengan baik maka bisa memudahkan PT BA dan membuat perusahaan tersebut sekelas dunia.

“Kemudian kita lihat total cost sebenarnya dari smelter yang dibutuhkan masing-masing anggota holding ini termyata sangat besar, hampir 40% dari total cost. Dan kalau ini bisa diserap semua oleh tambang batubara atau PT BA artinya kan banyak kemudahan yang bisa dinikmati di mana kita lihat PT BA sudah menyatakan bahwa ke depan mereka akan memposisikan diri sebagai world class energy company,” pungkasnya.

Sementara, Dirjen Kekayaan Negara dari Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta mengatakan bahwa hal positif dari holding BUMN bisa dilihat dari PT Semen Indonesia. Ia mengatakan bahwa berkat holding tersebut PT Semen Indonesia mampu menghasilkan laba bersih yang lebih besar, serta mampu mendapatkan setoran dividen yang lebih banyak kepada APBN.

“Semen tadi misalnya. Menghasilkan laba bersih yang lebih besar kemudian setoran dividen akan lebih banyak kepada APBN,” tutupnya.

Sumber: detikFinance

 


Category: Berita Bisnis

Tags: , , ,