Ini Cara Pemerintah Kendalikan Harga Bawang Putih

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan konsep tata niaga importasi komoditas bawang putih yang selama ini dilakukan secara bebas dan tidak terdata dengan baik.

Enggar menegaskan bahwa saat ini pihaknya yang mengatur tata niaga importasi bawang putih itu tidak menerapkan skema kuota per tahun. Karena bisa membuka peluang adanya praktek jual beli kuota yang pada akhirnya bisa menyebabkan tingginya harga di pasar konsumen.

“Sampai dengan saat ini kegiatan impor bawang putih itu tidak diatur. Maka kami akan mengatur tata niaga dalam waktu satu dua hari ini,” ujar Enggar yang dikutip dari keterangan tertulisnya, Jakarta Rabu 10 Mei 2017.

Enggar juga mengatakan bahwa pihaknya telah memperkirakan total importasi bawang putih per tahun yang kurang lebih sebanyak 480-500 ribu ton.

Pasokan tersebut didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India, Amerika Serikat, Swiss dan Malaysia. Sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Republik Rakyat Tiongkok.

Seperti diketahui bahwa untuk saat ini harga bawang putih di pasar konsumen tercatat mengalami kenaikan sejak awal tahun 2017.

Pada bulan Mei 2017, rata-rata harga bawang putih hampir diseluruh daerah mencapai Rp50.680 per kilogram (kg), atau naik 31,5 persen dibanding pada bulan Januari yang sebesar Rp38.554 per kg.

Untuk mengatasi tingginya harga bawang putih dalam negeri tersebut, Enggar meminta pelaku usaha untuk segera melepas stok ke pasar-pasar rakyat dengan harga paling tinggi di tingkat konsumen tidak boleh melebihi Rp38.000 per kg.

“Mereka telah memberikan komitmen atas stok yang ada, untuk segera dijual dengan harga dasar mereka yang telah disepakati, tidak boleh lebih dari Rp38.000 per kg di tingkat konsumen,” tegas Enggar.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis

Tags: , ,