Memang ada beberapa fakta yang mengungkapkan bahwa masih banyak karyawan yang belum mempersiapkan rencana pensiunnya, terutama dalam hal keuangan. Kondisi seperti ini akan sangat memberatkan apabila tiba-tiba mereka harus memasuki masa pensiun atau dipensiunkan.

Karena ada tiga cara karyawan itu bisa pensiun atau dipensiunkan:

1. Pensiun normal, cara ini diberikan bagi karyawan yang usianya telah memasuki masa pensiun yang ditetapkan dalam perusahaan.

2. Pensiun dini/dipercepat, cara ini diberikan karena adanya kondisi tertentu di dalam perusahaan, misalnya ada restrukturisasi, pengurangan karyawan akibat turunnya omzet dan sebagainya.

3. Pensiun cacat, cara ini diberikan akibat kecelakaan kerja sehingga karyawan sudah dianggap tidak mampu melaksanakan aktivitas kerjanya. Untuk itulah seharusnya karyawan itu diberikan literasi keuangan saat mereka mulai masuk dalam dunia kerja. Salah satunya adalah persiapan saat menghadapi pensiun nanti.

Sehingga dari awal para karyawan sudah menyiapkan perencanaan keuangan untuk pensiun. Namun apa yang dihadapi oleh karyawan di atas sudah terlanjur, sementara mereka belum ada persiapan menghadapinya.

Ada baiknya mereka dapat melakukan langkah-langkah berikut saat menghadapi pensiun:

1. Kelola Dana Pensiun dan Tabungan dengan baik, saat kita memasuki masa pensiun otomatis kita tidak akan menerima gaji rutin setiap bulannya. Sumber penghasilan kita saat itu adalah uang pensiun yang kita terima dari perusahaan dan uang tabungan. Untuk itu kelola dana yang ada ini dengan baik dan bijak agar dapat memenuhi kehidupan di masa pensiun.

2. Segera cairkan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai karyawan pastinya kita mendapatkan hak kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari kantor. Saat kita sudah tidak bekerja lagi otomatis dana yang ada dapat kita cairkan. Lakukanlah pencairan sebagai dana penunjang pada masa pensiun. Bisa kita gunakan untuk kebutuhan hidup dan diputar untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

3. Lunasi Utang Piutang, jangan sampai masa pensiun kita terganggu dengan urusan utang piutang ini. Segera dilunasi dari dana yang kita miliki, terutama utang yang bersifat konsumtif. Apabila tidak mungkin melunasi langsung, lunasi sebagian dan reschedule kembali untuk pembayaran cicilannya agar lebih kecil angsuran tiap bulannya.

4. Berinvestasi dengan dana pensiun, alokasikan dana pensiun yang kita terima untuk berinvestasi dengan membeli aset yang secara ekonomis akan menguntungkan kita. Misalnya beli rumah, tanah atau mobil yang digunakan untuk hal yang produktif, disewakan misalnya.

5. Manfaatkan keahlian dan reputasi yang dimiliki, perdayakan keahlian dan reputasi yang kita miliki. Pastinya keahlian kita masih bisa dimanfaatkan untuk memberikan advice kepada orang lain, misalnya menjadi konsultan atau tenaga ahli. Apalagi kita memiliki reputasi yang baik selama bekerja selama ini. Pastinya uang juga akan terus mengalir dalam pundi-pundi penghasilan kita.

Dengan demikian walaupun sudah memasuki masa pensiun kita masih bisa tetap mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidup. Lebih-lebih bagi yang pensiun dini dan juga masih produktif, maka masih ada kesempatan untuk mencari kerja baru ditempat lain.

Sumber: detikFinance

 


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , ,