Kunjungan Wapres AS Hasilkan Kerja Sama US$ 10 Miliar

Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Indonesia membuahkan kesepakatan kerja sama senilai US$ 10 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor energi dan pertambangan menjadi mayoritas kerja sama tersebut.

Penandatanganan nota kerja sama investasi itu disaksikan juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa hari ini kedua negara telah merealisasikan hubungan ekonomi agar berjalan lebih baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Karena AS, seperti kita ketahui semua negara juga ingin meningkatkan ekonominya dengan cara investasi di luar atau dengan cara apa pun,” kata Jusuf Kalla.

Beliau juga menjelaskan bahwa investasi sebetulnya bukan hal yang baru untuk AS, mengingat hampir semua perusahaan sektor minyak dan gas di Indonesia berasal dari AS.

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani juga mengungkapkan, ada 11 kesepakatan kerja sama yang ditandatangani dalam kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence tersebut.

Kesepakatan tersebut antara lain, Applied Materials dengan PLN, Greenbelt Resources dengan Jababeka Infrastructure, Hilliburton dengan PLN, Honeywell dengan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Kemudian, Lockheed Martin dengan TNI AU, NextGen dengan Samarinda, PowerPhase dengan PT Indonesia Power dan PT Pembangkit Jawa Bali, General Electric dengan PLN, Ormat Geothermal Indonesia dengan PLN, ExxonMobile dengan Pertamina serta Pacific Infra Capital dengan PLN.

“Tadi kita baru menandatangani ya. Tadi ada MoU dengan PLN, General Electric, kurang lebih US$ 2 miliar. Lalu yang lain sekitar US$ 6 miliar. Tapi ada US$ 10 miliar yang akan disepakati,” ujar Rosan P Roeslani di Hotel Shangri La, Jakarta, Jumat (21/4/2017).


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,