Indonesia Menduduki Peringkat Ketiga Wisata Muslim Dunia

Indonesia Menduduki Peringkat Ketiga Wisata Muslim Dunia

Kabar gembira kini kembali datang dari dunia pariwisata Indonesia pada tahun ini.  Indonesia menempati peringkat tiga destinasi wisata halal antara negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tahun 2017.

Hal tersebut didasarkan atas studi Indeks Wisata Muslim Global (Global Muslom Travel Index/GMTI) yang dirilis oleh Mastercard-CrescentRating 2017.

Indeks tersebut mencakup 130 negara di dunia baik yang tergabung dalam OKI dan non-OKI. Saat ini OKI mencakup 57 negara.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasar wisata muslim Asia akan terus tumbuh pesat. Sementara nilai dari sektor tersebut diperkirakan tumbuh hingga mencapai USD 220 miliar pada 2020 mendatang.

Pasar ini diproyeksikan akan tumbuh lebih jauh lagi hingga USD 80 miliar sampai USD 300 miliar pada tahun 2026.

“Indonesia telah menanamkan investasi yang besar terhadap sektor ini dan hal tersebut tercermin pada peningkatan yang dicapai Indonesia dalam peringkat secara keseluruhan selama dua tahun berturut-turut,” ujar CEO dari CrescentRating & HalalTrip Fazal Bahardeen dalam konferensi pers, Rabu (3/5/2017).

Fazal Bahardeen juga menambahkan bahwa proses penilaian destinasi oleh GMTI berdasarkan empat kriteria strategis utama yakni akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

Kriteria penilaian tersebut juga termasuk kedatangan muslim, konektivitas udara, batasan visa, kesesuaian sebagai tujuan keluarga, kemudahan komunikasi, tingkat layanan dan fasilitas yang disediakan, pilihan akomodasi, dan inisiatif pemasaran.

“Malaysia tetap nomor satu. Lalu Indonesia menggantikan posisi Turki. Indonesia sendiri sudah punya infrastruktur dasar untuk market wisata halal. Seperti Indonesia sudah banyak mesjid untuk beribadah. Misalnya, 800.000 mesjid, tak perlu lagi banyak mengembangkan masjid,” kata Fazal Bahardeen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pencapaian yang didapatkan oleh Indonesia ini adalah bagian dari pengembangan wisata halal.

Dia juga mengungkapkan bahwa kedepannya Indonesia harus tetap terus meningkatkan kualitas standar wisata halal agar terus dapat bersaing di tingkat dunia.

“Mohon bagi pelaku industri melakukan sertifikasi. Bagi pemberi sertifikasi, supaya agar lebih mudah dilakukan. Misalnya hotel bisa dilakukan dari restoran,” ungkapnya.

Adapun 10 peringkat destinasi wisata Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada tahun 2017 berdasarkan studi Wisata Muslim Global (Global Muslom Travel Index/GMTI) secara berurutan adalah Malaysia, Uni Emirat Arab, Indonesia, Turki, Arab Saudi, Qatar, Maroko, Oman, Bahrain, dan Iran.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,