HM Sampoerna Klaim Sebagai Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengklaim sebagai perusahaan dengan pembayaran pajak paling besar di Indonesia pada tahun lalu. Produsen rokok terbesar di Indonesia itu menyetor kewajiban pajaknya senilai Rp63,5 triliun sepanjang tahun 2016.

Maka dari itu, Kementerian Keuangan RI memberikan penghargaan kepada HMSPS atas kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan cukai negara pada Januari 2016 lalu.

Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan, setoran pajak tersebut berasal dari cukai, pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan perusahaan, termasuk entitas anak dan PT Phillip Morris Indonesia.

“Kami tahu bahwa pembayaran pajak yang dibayarkan oleh industri dan Sampoerna sangat penting bagi Indonesia dan kami senang bisa menjadi bagian dalam meningkatkan penerimaan pemerintah yang bisa digunakan untuk proyek infrastruktur dan program prioritas pembangunan,” ujar Trumpaitis, Kamis (27/4).

Pada tahun lalu penjualan HM Sampoerna terkontraksi 3,9 persen dari 109,5 miliar batang rokok pada 2015 menjadi 105,5 miliar batang rokok. Akan tetapi, secara nilai, pendapatannya naik 7,2 persen dari Rp 89,1 triliun pada 2015 menjadi Rp 95,5 triliun pada 2016.

Sebenarnya pada tahun 2016 penjualan HM Sampoerna berkurang 3,9 persen, itu dikarenakan dari 109,5 miliar batang rokok pada 2015 menjadi 105,5 miliar batang rokok.

Meskipun demikian, secara nilai, pendapatannya naik 7,2 persen dari Rp 89,1 triliun pada 2015 menjadi Rp 95,5 triliun pada 2016.

Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) John Gledhill mengatakan, meskipun ada penurunan dalam volume industri dan keadaan ekonomi yang kurang stabil, capaian pada tahun 2016 cukup baik.

“Kesuksesan Sampoerna senantiasa didorong oleh basis keuangan yang kuat, merek yang kuat, dan karyawan yang luar biasa,” tutur Gledhill.

RUPST HM Sampoerna pada hari ini juga memutuskan untuk pembagian dividen sebesar 98,2 persen dari laba bersih tahun 2016, atau sekitar Rp 12,56 triliun.

RUPST juga menyetujui dengan adanaya perubahan susunan direksi. Posisi Direktur Keuangan yang tadinya dijabat oleh Michael Sandritter digantikan oleh William Giff (Bill). Bill sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan di PMI Kanada.

 


Category: Berita Bisnis , Berita pajak