Faktur PPn merupakan pajak yang dikenakan pada transaksi yang terjadi atas penyerahan barang dan jasa kena pajak di Indonesia. Nilai dari PPN ini kemudian ditambahkan pada harga pokok barang atau jasa yang diperjual belikan. PPN ini adalah pajak tidak langsung, karenanya yang menyetor pajak bukanlah penanggung atau pembeli melainkan penjual. Sebagai PKP, sebuah usaha dapat mengenakan PPN pada barang atau jasa yang dijual serta PKP dapat mengkreditkan PPN yang diperoleh dari hasil transaksi antar pelanggan maupun lawan transaksi.

faktur PPN

Bagi pengusaha baik pengusaha kecil maupun besar, jika berpenghasilan mencapai 4.8 milyar pertahun dari hasil jual beli barang atau pajak, maka pengusaha tersebut wajib untuk mendaftarkan diri menjadi PKP, hal ini sesuai dengan peraturan Meneri Keuangan No. 197/pmk 03/2013. Namun jika penghasilandari pengusaha tersebut kurang dari 4.8 milyar per tahunnya, maka mereka tidak diwajibkan untuk mendapatkan diri menjadi PKP. Menurut peraturan pemerintah, terdapat tiga kategori perhitungan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yakni Tarif umum – 10%, Tarif 0% untuk ekspor BKP Berwujud; ekspor BKP Tidak Berwujud; dan ekspor Jasa Kena Pajak dan Tarif PPN umum lain dapat berkisar antara 5-15%.

Mulai 1 juli 2014 faktur PPN tidak lagi berbentuk kertas melainkan elektronik atau yang sering disebut dengan isitlah e faktur PPN. Hal ini diterapkan 45 PKP prioritas sebagai uji coba. Pada 1 juli 2015 e faktur diberlakukan untuk seluruh PKP di Jawa dan Bali dan pada 1 juli 2015 mendatang e faktur online akan diwajibkan untuk seluruh PKP di Indonesia. E faktur merupakan  faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau system elektronik yang ditentukan dan atau disediakan oleh direktorat jenderal Pajak. Karena itu bagi para PKP diwajibkan untuk membuat dan melaporkan faktur pajak berbentuk elektronik.

Bagi wajib pajak, e faktur memberikan banyak sekali kemudahan, kenyamanan dan keamanan. Para wajib pajak ini juga akan terhindari dari faktur pajak fiktif lawan transaksi yang dapat merugikan perusahaannya. Bagi Direktorat Jenderal Pajak, e faktur pajak akan memudahkan system administrasi PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sistem berbasis elektronik ini juga akan meminimalkan penyalah gunaan penggunaan faktur pajak oleh perusahaan fiktif atau pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga potensi pajak yang hilang menjadi sangat kecil.

Sebagai upaya sosialisasi e faktur PPN, Direktorat Jenderal Pajak melaksanakan kegiatan Advisory Visit yaitu kunjungan Tim Mentoring Faktur Pajak Elektronik ke kantor PKP untuk memberikan bimbingan teknis dan memberikan bimbingan melalui telepon, sms, email, dan media komunikasi lainnya. Bagi para PKP yang masih bingung dalam mengenai tata cara pengurusan e faktur, menggunakan jasa konsultan pajak bisa menjadi aternatif.

bagi anda yang ingin mendalami bagaimana aplikasi e faktur pajak online silahkan untuk mengikuti agenda training yang akan kami agendakan pada tanggal 27 Mei 2015 dengan topik e faktur pajak aplikatif.

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Konsultan Pajak Indonesia | Informasi Training Indonesia
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Artikel Pajak , Pajak

Tags: ,