Indonesia dikenal memiliki tanaman rempah rempah berkualitas sejak masa penjajahan dulu. Lada dan pala termasuk dalam jajaran rempah yang permintaannya cukup tinggi di pasar global. Posisi keduanya bahkan disejajarkan dengan ekspor logam mulia karena potensinya cukup besar. Sederet produk tanaman rempah lain juga tengah disiapkan untuk komoditas ekspor. Produk tersebut diantaranya lada, vanilla, pala, kayu manis, cengkeh, kunyit dan jahe. Di dalam negeri, bahan-bahan ini lazim ditemui sebagai bahan baku industri jamu, farmasi, kosmetik dan rokok.

Ekspor Impor Rempah Rempah

Prospek pemasukan rempah Indonesia ke pasar dunia cukup positif. Hal ini salah satunya dilihat dari pertumbuhan konsumsi rempah dunia yang mencapai 10,2 persen tiap tahunnya.

Adanya Ekspor Impor Rempah Rempah adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan rempah di satu negara. Indonesia, menjadi salah satu eksportir rempah. Karena, setiap negara memiliki kebutuhan rempah yang berbeda-beda. Seperti misalnya Amerika, beberapa makanan diberi rempah seperti pala. Untuk kue-kue terkenal dari Belanda menggunakan rempah seperti kayu manis dan wangi-wangian lainnya.

Selain untuk bumbu, ada banyak kegunaan rempah bagi manusia, diantaranya;

  1. sebagai bumbu masakan yang alami. Sekarang banyak bumbu penyedap yang tidak alami dan tidak sehat. Tapi jika dari tanaman yang Tuhan turunkan kepada manusia, tentunya akan menyehatkan.
  2. untuk obat-obatan. Contoh jika kita sakit gigi, itu bisa menggunakan minyak cengkeh. Jika tidak bisa tidur, bisa minum atau makan pala.
  3. untuk bahan kosmetik, bisa menyegarkan dan meremajakan kembali kulit. Sekarang sudah banyak tempat-tempat berendam atau spa yang memakai ramuan-ramuan dari rempah.
  4. untuk menghangatkan tubuh. Makanan-makanan yang menggunakan rempah menjadi lebih hangat dan bisa survive dalam hawa dingin. Jadi negara-negara yang memiliki iklim dingin sangat memerlukan rempah.

Indonesia memiliki tempat kekhasan rempah-rempahnya, seperti; Pala terkenal di antaranya di daerah Banda, Fakfak, Kaimana, Ternate, Manado, Banten dan Aceh. Di jaman Belanda, pala dibawa dan ditanam diberbagai daerah hingga ke luar Indonesia. Kemudian cengkeh di Manado, Maluku, Jawa hingga ke Lampung. Kayu manis adanya di Kerinci dan Jambi. Kayu putih di Indonesia bagian timur.

Jadi, seharusnya Indonesia sudah tidak perlu rempah-rempah impor, karena pada dasarnya Indonesia mampu menjadi negara eksportir besar di dunia. Jika ingin seperti itu, maka seharusnya  Hasil rempah-rempah Indonesia ini bisa dibangun di dalam negeri sendiri sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi bangsa Indonesia sendiri dan mendapatkan nilai tambah lebih.

Mengapa Singapura yang tidak punya tanah bisa menjadi eksportir rempah? Vietnam tanahnya terbatas tapi bisa menjadi nomor satu dan menjadi eksportir. Karena dia membeli dari kita, kemudian diolah kembali. Seperti gambir yang hanya ada di Indonesia, tapi pengekspor gambir terbesar adalah India.dari awal hingga menjadi produk. Berarti, industri yang kecil harus bisa di dorong dari awal hingga menjadi produk.

Nah jika anda masih mengalami kesulitan mengenai bagaimana cara Ekspor Impor Rempah Rempah, ingin tahu bagaimana update peraturan mengenai ekspor di indonesia  dan dokumen apa saja yang harus anda siapkan untuk bisa melakukan ekspor kami sangat menyarankan anda untuk bisa mengikuti kelas pelatihan ekspor impor yang akan segera berlangsung, silahkan KLIK DISINI atau hubungi kami di nomor (021) 228-069-13.

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Business Consulting | Provider Training | Informasi Training Indonesia
Office: Jln Raya Inpres No. 42 Batu ampar, Kramatjati, Jakarta Timur, Indonesia 13540
Tel : (021) 228-069-13
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : https://solusibisnis.co.id

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Ekspor Impor

Tags: , , ,