Dokumen ekspor impor merupakan hal mutlak yang harus disiapkan dalam melakukan prosedur ekspor maupun impor. Dokumen-dokumen tersebut berfungsi sebagai “surat jalan” keluar masuknya barang dari negara satu ke negara lainnya.

dokumen ekspor impor

Inilah beberapa dokumen ekspor maupun impor yang perlu disiapkan untuk melakukan kegiatan ekspor impor, antara lain:

  •  Dokumen ekspor

Dokumen ekspor terdiri dari sekurang-kurangnya 6 berkas, yaitu; commercial invoice, shipping list atau packing list, bill of lading, certificate of origin, pemberitahuan ekspor barang dan kontrak penjualan.

Commercial invoice adalah dokumen pernyataan ekspor yang dikeluarkan oleh eksportir. Sedangkan shipping list atau packing list adalah dokumen pengapalan yang dilampirkan di dalam paket pingiriman barang. Shipping list biasanya berisi informasi detail tiap unit barang yang ada di dalam paket pengiriman, tanpa mencantumkan keterangan harga. Bill of lading adalah dokumen ekspor yang dikeluarkan oleh perusahaan pengangkutan kepada pengangkutnya (shipper). Certificate of origin adalah ekapor yang berisi pernyataan mengenai negara asal produsen barang yang diekspor. Pemberitahuan ekspor barang merupakan dokumen pabean dalam hal mengekspor barang. Kontrak penjualan adalah sebuah kontrak yang sah di mata hukum mengenai penjualan barang dari penjual (eksportir) kepada pembeli (importir).

  • Dokumen impor

Pada dasarnya dokumen impor tidak jauh beda dengan dokumen ekspor, hanya fungsinya yang berbeda. Dokumen impor antara lain: letter of credit, delevery order (D/O), dan bill of exchange. Dilengkapi pula dengan bill of lading, commercial invoice dan packing list.

Letter of credit merupakan metode pembayaran internasional yang dikeluarkan oleh bank di negara importir, untuk dilanjutkan ke negara eksportir dalam melakukan proses pembayaran. Delevery order merupakan dokumen impor yang berisi pernyataan penyerahan barang dari pihak pengangkut kepada importir. Bill of exchange bisa diibaratkan sebagai cek yang diberikan importir kepada eksportir (melalui bank devisa). Sedangkan untuk bill of lading, commercial invoice dan packing list sudah dijelaskan di atas. Jika bagi eksportir ketiga dokumen itu berfungsi untuk melancarkan proses izin pengapalan barang dagangannya. Sedangkan bagi importir sebagai berkas-berkas tanda bukti penerimaan barang di pelabuhan dan sebagaian di antaranya merupakan syarat agar bank (sebagai penerbit L/C) memulai proses pembayaran kepada eksportir.

Kesembilan dokumen ekspor impor di atas mengharuskan eksportir dan importir berhubungan dengan pihak lain atas pembuatannya. Pihak-pihak tersebut adalah bank, perusahaan pengangkutan dan kantor bea cukai. Keterkaitan pihak-pihak tersebut dalam dokumen ekspor dan impor dijelaskan dalam alur ekspor import berikut ini.

Pihak pertama yang terlibat mengurus dokumen untuk ekspor impor adalah bank. Selanjutnya berhubungan dengan perusahaan pengangkutan atau pengapalan dalam mengirimkan barang dagangannya. Selama proses pengangkutan, barang ini eksportir membuat commercial invoice pemberitahuan ekspor barang (PEE), dan packing list di kantor bea cukai.

Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai dokumen ekspor impor silahkan untuk mengikuti pelatihan ekspor impor yang kami agendakan dengan topik Baca: pemahaman ekspor impor terpadu

PT SINERGI SOLUSI BISNIS | THE REAL BUSINESS SOLUTIONS

Konsultan Pajak Indonesia | Informasi Training Ekspor Impor
Head Office:
Menara Palma lantai 12 Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 06 Kuningan jakarta 12950

Branch Office:
Jln Kayu Manis No C1 Jakarta Timur 13530, Indonesia
Tel : (021) 8012521
Email : info@solusibisnis.co.id
Website : www.solusibisnis.co.id

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Ekspor Impor

Tags: , , , , , ,