Indonesia akhirnya memiliki Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) setelah dikaji selama 20 tahun. Bank Indonesia (BI) menyebutkan dengan GPN ini dapat mendukung interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran nasional, sehingga mendorong efisiensi dan kemudahan dalam bertransaksi.

Implementasi GPN diharapkan dapat mempermudah masyarakat jika ingin bertransaksi menggunakan kanal pembayaran apapun. Sebelumnya, masyarakat masih disulitkan jika ingin bertransaksi dengan kartu ATM atau debit bank A di mesin EDC bank B, biasanya masih dikenakan sejumlah biaya.

Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko menjelaskan, GPN ini bisa menekan biaya administrasi bulanan di bank, biaya transfer hingga biaya cek saldo. Ini karena seluruh sistem pembayaran sudah terkoneksi dan menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh penyelenggara bisa lebih mudah.

“Pasti biaya transfer antar bank akan lebih murah, biaya cek saldo hingga biaya bulanan itu bisa lebih rendah,” ujarnya saat peluncuran GPN di Gedung BI.

Sekedar contoh, saat ini penarikan tunai ATM Mandiri dengan bank lain menggunakan jaringan ATM bersama dikenakan biaya Rp 7.500, cek saldo Rp 4.000 kemudian biaya transfer online Rp 6.500. Hal ini karena nantinya seluruh infrastruktur dan sistem akan terkoneksi.

Kemudian GPN juga diharapkan bisa meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. Hal ini juga terkait dengan pemrosesan yang akan dilakukan dalam negeri, sehingga data nasabah tidak akan pergi keluar lalu kembali.

Saat ini, pemrosesan transaksi dilakukan di luar negeri, pasalnya saat ini Indonesia masih menggunakan sistem pembayaran milik asing seperti Visa, MasterCard, JCB hingga UnionPay. Karena seluruhnya pemrosesan di dalam negeri, maka biaya-biaya yang sebelumnya dibebankan bisa dihemat karena Indonesia memiliki GPN sendiri. BI menyebutkan, nantinya Payment Gateway asing yang sudah ada akan berjalan beriringan dengan GPN.

Untuk mencapai sasaran tersebut Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No.19/8/PBI/2017 tanggal 21 Juni 2017 dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional.

Melalui kebijakan yang tertuang dalam ketentuan tersebut diharapkan mendorong terjadinya sharing infrastruktur sehingga utilisasi terminal ATM dan EDC dapat meningkat, sehingga biaya investasi infrastruktur dapat dialihkan kembali untuk kegiatan pembiayaan pinjaman yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo,menjelaskan dengan adanya GPN maka bank bisa menekan capital expenditure (capex) atau belanja modal untuk infrastruktur.

“Jadi bank bisa sharing, dengan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) dan Link bisa investasi hanya 1/4 saja,” kata Gatot.

Dia menjelaskan, dengan adanya sinergi antar bank, maka tahun ini bank yang tergabung dalam Himbara melakukan moratorium untuk tidak membeli mesin ATM. Jadi mesin yang ada akan disebarkan ke daerah-daerah, agar daerah yang belum memiliki infrastruktur bisa lebih cepat mendapatkan akses jaringan ATM dan mesin EDC.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Santoso menjelaskan benefit untuk bank dari GPN ini adalah kartu bisa diterima seluruh merchant atau toko di seluruh Indonesia. Sehingga tidak perlu ada eksklusivitas antara penerbit kartu yang satu dan kartu yang lain.

“Untuk nasabah tingkat penerimaan kartunya semakin luas, kemanapun ada EDC bank apapun bisa digunakan meski bukan EDC BCA, lalu untuk merchant biayanya akan lebih rendah. Untuk bank investasinya tidak usah banyak, tapi EDC bisa ada di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Santoso mengatakan saat ini mesin EDC BCA sudah siap untuk menjalankan GPN ini. Bank sedang menunggu pemberlakuan harga secara keseluruhan yang ditetapkan bank sentral.

“Sesuai dengan ketentuan tentunya jika on us atau kartu kita di mesin sendiri artinya transaksi ditetapkan biaya lebih rendah, kalau off us seperti EDC digunakan orang lain itu harus sesuai, kami tunggu pricing-nya secara keseluruhan,” imbuh dia.

Sumber: detikFinance


Category: Berita Bisnis

Tags: , , , ,