Daya Belanja di Indonesia Pada Kuartal I 2017 Sedikit Melemah

Daya Belanja di Indonesia Pada Kuartal I 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mencapai 5,01 persen.

Salah satu penyumbang terbesar geliat ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini adalah sektor konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi sebesar 4,93 persen.

Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tingkat konsumsi masyarakat pada kuartal pertama tahun ini justru sedikit lebih rendah.

Berdasarkan data otoritas statistik, pada kuartal pertama tahun lalu konsumsi masyarakat masih mampu tumbuh sedikit lebih tinggi, yakni berada di angka 4,97 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan lemahnya konsumsi masyarakat pada kuartal pertama tahun ini.

Hal tersebut juga tercermin dari kredit konsumsi perbankan yang relatif melambat di kuartal pertama tahun ini yang hanya mencapai 8,75 persen.

“Konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama tahun ini tumbuh melambat dibandingkan kuartal pertama tahun lalu,” ungkap Suhariyanto, Jakarta, Jumat 5 Mei 2017.

Selain karena kredit perbankan yang melambat, lemahnya masalah konsumsi masyarakat ini juga tercermin dari pendapatan kelas menengah dan ke bawah yang mengalami perlambatan.

Misalnya, Upah Minimum Provinsi yang hanya mampu tumbuh 9,15 persen, serta upah riil buruh tani dan nilai tukar petani yang terkontraksi masing-masing 0,53 persen dan 1,60 persen.

Suhariyanto juga menambahkan bahwa konsumsi barang mewah pun mengalami perlambatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, pembelian barang mewah mengalami kontraksi 21,39 persen.

Begitu juga dengan pembelian mobil mewah yang hanya tumbuh 3,77 persen, jelas menurun dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu yang mampu tumbuh 14,76 persen.

Kendati demikian, meskipun beberapa indikator konsumsi masyarakat mengalami kontraksi, posisi tabungan rumah tangga justru tumbuh pesat pada kuartal pertama tahun ini, dengan persentase 9,14 persen. Padahal, pada kuartal pertama tahun lalu, tabungan rumah tangga hanya mencapai persentase 4,27 persen.


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , ,