Data Ekonomi Positif, Dolar Justru Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada hari Kamis atau Jumat pagi WIB, 12 Mei 2017, meskipun data ekonomi dari negara tersebut positif.

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis, 11 Mei 2017 mengungkapkan bahwa dalam pekan yang berakhir 6 Mei, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 236.000, atau turun 2.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang belum direvisi sebesar 233.000.

Pada bulan April kemarin, Departemen Tenaga Kerja juga mengatakan bahwa Indeks Harga Produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,5 persen. Hal itu diungkapkan dalam laporan terpisah.

Para analis mengatakan dolar AS berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran setelah Presiden AS Donald Trump secara tidak terduga mencopot Kepala Biro Penyelidikan Federal (FBI) James Comey.

Namun demikian, prospek greenback masih cerah karena data positif memperkuat spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juni mendatang.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun sebesar 0,06 persen menjadi 99,614 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0868 dolar AS dari 1,0858 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2886 dolar AS dari 1,2936 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia pun meningkat menjadi 0,7375 dolar AS dari 0,7367 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,93 yen Jepang, lebih rendah dari 114,32 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0071 franc Swiss dari 1,0094 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3690 dolar Kanada dari 1,3670 dolar Kanada, demikian juga Xinhua.


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , , ,