Setiap orang pasti berharap untuk mendapatkan keuntungan dari setiap investasi. Lantas, bagaimana sih cara hitung keuntungan investasi di pasar modal?

Perencana Keuangan, Prita Hapsari Ghozie mengatakan pada dasarnya seseorang harus memposisikan diri sebagai seorang investor jangka panjang dan bukan sebagai seorang trader harian.

“Kita harus bedakan kita sebagai trading harian dengan investor jangka panjang. Sebagai seorang perencana keuangan saya pasti menjawab jangka panjang,” kata Prita di dalam acara Financial Clinic with OJK ‘Menjadi Investor Andal di Pasar Modal Indonesia’ di The Ice Palace Lotte Shopping Avenue, Jakarta.

Lebih lanjut, dengan memposisikan diri sebagai investor jangka panjang seseorang pastinya akan memilih target jangka panjang dibanding target bulanan. Ia memberi contoh target jangka panjang yaitu 10 tahun.

“Jadi targetnya itu adalah pasang target 10 tahun lagi. Saya mau beli apa, kemudian beli itu kira-kira jadi berapa dengan hitung berapa dengan inflasi. Saya hitungnya uang saya harus berkembang dalam satu tahun,” sebutnya.

Kemudian ia memberi perumpamaan investasi dengan sapi di mana waktu pembelian pertama hanya berbobot ratusan gram. Kemudian ditargetkan memiliki berat hingga 5 kilogram.

Ketika investasi tersebut telah mencapai target. Maka investasi tersebut bisa langsung dijual dengan menghitung pula target returnnya.

“Saya selalu menggunakan contoh sapi, waktu Anda beli mungkin beratnya masih berapa ratus gram. Target Anda sapi ini bergerak sampai 5 kilogram pada sampai mencapai 5 kilogram maka kemudian saya jual piece by piece,” sambungnya.

“Sama kalau pasang target return maka pasangnya akan pasang rata-rata tahunan. Jadi total returnnya berapa every returnnya berapa,” ucapnya.

Prita menjelaskan, perhitungan statistik tersebut menggunakan target return 15% sampai 20% per tahun yang mana merupakan perhitungan statistik secara umum. Kemudian dari perhitungan tersebut bisa diketahui berapa banyak return yang bisa diperoleh.

“Pengalaman saya dan didukung statistik bisa gunakan potensi target return 15%-20% per tahun itu potensi statistik secara umum. Kemudian kita hitung returnnya selama beberapa tahun,” pungkasnya.

Sumber: detikFinance


Category: Berita Bisnis

Tags: , ,