Begini Cara Bayar Pajak Jadi Lebih Murah

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau kepada semua kalangan masyarakat dari berbagai profesi untuk melakukan pembukuan keuangan secara berkala. Pembukuan ini juga berguna agar pembayaran pajak menjadi lebih mudah dan lebih murah.

Seperti yang telah dikatakan Ditjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, jika masyarakat tidak melakukan pembukuan keuangan maka akan dikenakan pajak final berdasarkan formula yang telah dirumuskan otoritas pajak dan diatur dalam Perdirjen Pajak Nomor 17 Tahun 2015.

Yakni dengan rumus (tarif normal x penghasilan) – penghasilan tidak kena pajak (PTKP) x tarif pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh). Beliau memberi contoh salah satu profesi seperti pekerja seni peran yang berpenghasilan per tahunnya dengan kisaran Rp500 juta.

Lalu dari angka tersebut dikenakan tarif normal 62,5 persen dan tarif PPh untuk orang pribadi berdasarkan besaran penghasilan hingga Rp500 juta yakni 25 persen, dengan PTKP Rp54 juta. Artinya (62,5 persen x Rp500 juta) – Rp54 juta x 25 persen = Rp299 juta.

“Kalau tanpa pembukuan jatuhnya memang lebih mahal saat penghitungan,” kata Ken Dwijugiasteadi dalam acara pertemuan media dengan tema Sinergi Demi Reformasi di Belitung, Minggu, 16 April 2017

Menurutnya, jika telah melakukan pembukuan, pajak yang akan disetorkan bisa jadi lebih kecil. Karena dalam pembukuan, penghasilan yang didapat telah dikurangi pengeluaran. Rumusannya yaitu (tarif normal x (penghasilan yang telah dikenai biaya atau pengeluaran) – penghasilan tidak kena pajak atau PTKP x tarif pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh).

Seperti yang kita ketahui jika dalam profesi pekerja seni peran, tentu ada pengeluaran untuk membeli alat make-up atau baju pendukung untuk menunjang kariernya. Sehingga penghasilan yang ia dapatkan dikurangi biaya kebutuhannya tersebut, barulah hasil pengurangan tersebut yang dikenakan pajak.

Jika seseorang pekerja seni peran berpenghasilan Rp500 juta melakukan pembukuan, Rp500 juta tersebut dikurangi biaya kebutuhannya Rp150 juta. Maka sisanya yang Rp350 juta itulah yang akan dikalikan tarif norma, lalu dikurangi PTKP kemudian dikalikan lagi tarif PPh 25 persen maka yang dibayarkan sebesar Rp205.250.000.

“Kalau pakai pembukuan otomatis lebih kecil karena sudah dikurangi biaya. Saya minta masyarakat semua profesi memahami,” katanya.

Training Terkait: Training Pajak

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita pajak

Tags: , ,