Suku bunga kredit perbankan hingga akhir tahun 2017 masih di kisaran double digit. Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) per Oktober 2017 bunga kredit secara rata-rata masih di kisaran 11,55%, padahal awal tahun bunga kredit masih di kisaran 12,03%.

Hingga bulan Oktober 2017, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, suku bunga kredit telah mengalami penurunan sebanyak 51 basis poin (bps) atau sekitar 0,5%.

Asisten Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa penurunan suku bunga kredit perbankan yang relatif lambat terjadi karena adanya banyak komponen untuk menentukan bunga kredit tersebut. Dia menyebutkan, untuk bunga kredit ada komponen suku bunga dasar kredit dan premi risiko.

“Nah premi risiko ini dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang akan menjadi suku bunga kredit di pasar. Lalu dari SBDK itu ada lagi komponen biaya dana, overhead cost, sampai profit margin atau keuntungan. Ini yang harus dilihat bisa turun cepat atau tidak,” kata Filianingsih dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta.

Dia menyebutkan, untuk dapat menurunkan bunga kredit maka bank harus bisa melakukan penyesuaian dari komponen tersebut. Kemudian, dari biaya dana juga ada komponen untuk biaya bukan untuk pihak ketiga, kewajiban bank, jasa regulasi premi hingga Giro Wajib Minimum (GWM).

Filianingsih menjelaskan bahwa dari overhead cost termasuk biaya tenaga kerja seperti pelatihan, penelitian dan pengembangan, promosi hingga margin atau keuntungan. “Harus dilihat juga unsur mana yang sudah turun dan tidak terlalu besar, suku bunga kredit itu dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut, memang tergantung banknya ,” ujar dia.

Dia juga menjelaskan, saat ini perbankan sedang dalam tren efisien, hal ini bisa dilihat dari Beban Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) yang pada Oktober 2017 tercatat sebesar 79,01%, dibandingkan Desember 2016 yang masih di angka 82,85%. “Artinya kalau bank sudah punya BOPO efisien, maka biaya dana akan turun lalu pengaruh ke overhead cost yang turun dan mempengaruhi bunga kredit bisa turun,” jelas dia.

Sumber: detikFinance


Category: Berita Bisnis , Berita ekonomi finansial

Tags: , , ,