Bank Mandiri Raih Laba Bersih Rp 4,1 Triliun di Kuartal I 2017

Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan  laba bersih sepanjang kuartal 1 2017 sebesar Rp 4,1 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar Rp 262 miliar atau 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar tiga persen menjadi Rp13,4 triliun.

Selain itu, raihan laba bersih tersebut juga didorong oleh peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 25 persen menjadi Rp13,4 triliun.

“Melalui penguatan fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri ingin mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang ingin berkontribusi maksimal dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Jakarta, Selasa (24/4).

Kartika Wirjoatmodjo juga menambahkan, adapun komponen berperan dalam peningkatan laba adalah pertumbuhan kredit secara tahunan yang meningkat sebesar 14,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 574,7 triliun menjadi Rp 656,2 triliun, dengan rasio NPL gross berada di level 3,98 persen.

“Meskipun secara tahunan NPL Gross naik 80 basis poin (bps), namun nilainya relatif membaik apabila dibandingkan posisi Desember 2016,” ujar Kartika.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, kenaikan laba perseroan juga ditopang oleh peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 8,4 persen menjadi Rp 18,68 triliun dari sebelumnya Rp 17,24 triliun.

Adapun pendapatan paling banyak ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 3 persen menjadi Rp 13,4 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,03  triliun.

Sementara itu kenaikan pendapatan atau jasa (fee based income) sebesar Rp 5,25 triliun atau naik 25 persen dibandingkan periode yang sama di 2016 sebesar Rp 4,20 triliun.

Fee base income selama satu setengah tahun terakhir kami lebih banyak dari banking, kemudian pendapatan foreign exchange yang meningkat dan dari sindikasi. Kami harapkan kita nasabah online semakin banyak sehingga kita bisa melakukan efisiensi di cabang,” ujar Kartika Wirjoatmodjo.

Perseroan juga membukukan kenaikan biaya operasional sebesar 3,8 persen menjadi Rp 7,9 triliun. Sepanjang periode Maret 2016 hingga Maret 2017, total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp 1.034,4 triliun, meningkat 14,1 persen dari akhir triwulan I-2016 sebesar Rp 906,73 triliun.

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis

Tags: , , , , ,