PT Bank DKI menyatakan mendukung rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait program rumah dengan DP Rp 0.

Direktur Bisnis Bank DKI Antonius Widodo Mulyono mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu konsep program yang sedang dibahas oleh Pemprov dan Dinas Perumahan.

“Kami sudah bertemu dengan Pak Sandi, kami juga masih menunggu konsep programnya, Pak Sandi sudah memerintahkan kepada Dinas perumahan dan BUMD terkait untuk mematangkan konsep program, baru setelah selesai bisa dijalankan,” kata Widodo.

Dia mengatakan, selain BUMD dan Dinas pemukiman, Bank DKI juga diminta Pemprov untuk memberikan masukan terkait program tersebut.

“Karena kami bank, kami hanya diminta untuk beri masukan soal pembiayaan. Sisanya kewenangan Pemprov,” jelas dia.

Sebelumnya Dirut Bank DKI Kresno Sediarsi menuturkan pihaknya siap untuk mendukung program rumah DP Rp 0. Meski mengaku siap menjalankan program tersebut, ia mengatakan, Bank DKI membutuhkan payung hukum dan objek pendanaan untuk menjalankan program rumah DP Rp 0.

Karena, bila hanya mengacu pada aturan saat ini, program tersebut belum bisa dilakukan.

Siap Dukung Program DP RP 0, Begini Keuangan Bank DKI
Badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta PT Bank DKI mengaku siap mendukung program DP Rp 0.

Direktur Bisnis Bank DKI Antonius Widodo Mulyono mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno terkait program ini.

“Kami mendukung, soal DP Rp 0 kemarin sudah kami diskusikan dengan Pak Sandi. Jadi begini, untuk program DP Rp 0 harus ada lembaga yang membiayai, tapi kami juga akan mengacu aturan BI dan OJK,” kata Widodo.

Mengutip laporan keuangan, aset Bank DKI per September 2017 tercatat Rp 53,08 triliun tumbuh 28,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 42,35 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK)Bank DKI per September 2017 Rp 41,37 triliun tumbuh 39,76% dibandingkan periode September tahun lalu Rp 29,6 triliun.

Penyaluran kredit tercatat Rp 25,59 triliun atau tumbuh 4,1% dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp 24,56 triliun. Rasio kredit bermasalah atau NPL secara kotor tercatat 4,74% turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 7,6%. Lalu untuk NPL Nett tercatat 2,94%.

Sebelumnya Gubernur DKI , Anies Baswedan sendiri menyebut program rumah dengan DP Rp 0 tersebut disebut akan berbentuk rumah susun atau vertikal. Nantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menalangi uang muka, sehingga masyarakat tak perlu membayar DP. Lokasi tanahnya pun bisa berada di tanah pemda dan pemerintah.

Kendati begitu, dia bilang DP Rp 0 sendiri baru bisa diterapkan pada 2018, bukan langsung setelah menjabat pada Oktober 2017.

Sumber: detikFinance

 


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , ,