Masih ingat dengan jelas persoalan tunggakan pajak Google sebagai perusahaan Over the Top (OOT) yang mencapai miliaran rupiah. Kini giliran Facebook yang menjadi target utama pemerintah sebagai salah satu perusahaan internet terbesar di Indonesia bahkan dunia dengan lebih dari 88 juta pengguna khusus di tanah air (per kuartal II tahun 2016).

Memang benar Facebook juga ikut terseret persoalan pungutan pajak. Tapi, yang jadi pokok permasalahannya adalah apakah nasibnya akan sama dengan Google yang kasusnya sampai sekarang masih belum tuntas?

Menurut Sri Widowati, selaku Country Director Facebook Indonesia (kamis, 20 Oktober 2016) ini mengatakan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku termasuk soal perpajakan. Hal tersebut diungkapkannya saat berada di acara Facebook-Mobile Moves Commerce di Jakarta.

“Begini ya, Facebook selalu patuh terhadap regulasi di satu negara. Dan di mana pun di dunia, kami bayar pajak,” tegasnya. Sri juga mengatakan bahwa Facebook berfokus untuk membangun bisnis mereka dan ingin berkembang secara baik di Indonesia. Menurutnya, Facebook memiliki prinsip bahwa dimanapun mereka berada maka perusahaan internasional tersebut akan selalu membayar pajak.

Apakah Facebook Indonesia Akan Bernasib Sama Dengan Google Soal Pajak?

Apakah Facebook Indonesia Akan Bernasib Sama Dengan Google Soal Pajak?

Sayangnya Sri enggan berbicara soal apakah pihak Facebook juga menerima surat Ditjen Pajak sama seperti pihak Google. Dia juga tidak berkomentar apa-apa ketika ditanya tentang status Facebook Indonesia apakah sudah menjadi Badan Usaha Tetap (BUT).

Seperti yang sudah diketahui, persoalan Google yang tidak mau diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terkait dengan adanya tunggakan pajak. Perusahaan Amerika Serikat itu beralasan bahwa mereka belum berbentuk BUT sehingga mereka tidak ingin dipotong PPN (Pajak Pertambahan Nilai) maupun Pph (Pajak Penghasilan) meski terdapat transaksi yang terjadi di Indonesia.

Padahal kenyataannya menurut data dari Ditjen Pajak, Google yang memiliki kantor beralamat di Sentral Senayan II, Jakarta Pusat, telah berstatus PMA sejak tanggal 15 September 2011 dan terdaftar sebagai badan hukum dalam negeri di KPP Tanah Abang III. Belum lagi tercatat sebagai ‘dependent agent’ Google Asia Pacific Pte Ltd di Singapura.

Source: merdeka.com

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita pajak

Tags: , , , , ,